Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

BBPOM Semarang Latih Kader PKK Rapid Test Makanan

METROJATENG.COM, SEMARANG – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang menggandeng kader PKK dan Sanitarian Puskesmas, untuk bisa melakukan uji cepat atau rapid test terhadap makanan yang diduga tercemar bahan berbahaya.

Melalui program Nggugah UMKM Resik Saking Bahan Berbahaya (Gumregah), mereka diajak untuk ikut mengawasi makanan mengandung boraks, formalin dan pewarna tekstil. Sekaligus juga dilatih untuk bisa melakukan rapid test secara mandiri.

“Program Gumregah ini sebenarnya sudah dirintis sejak Tahun 2023. Untuk sementara yang sudah ada di Kota Semarang dan Magelang, ke depan layanan ini akan diperluas lagi”, kata Kepala BBPOM Semarang, Lintang Purba Jaya, Jumat (2/2/2024).

Untuk tahun ini, Program Gumregah akan dilaksanakan di Kendal, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang. Menurut Lintang, pelibatan kader PKK sangat penting dan efisien. Pasalnya, mereka menguasai wilayah dan militansi untuk menjaga kesehatan keluarga, melalui makanan yang dibeli dari UMKM.

Lebih lanjut Lintang menjelaskan, makanan merupakan aset untuk menjaga kesehatan. Bermula dari makanan yang sehat, bisa membuat raga waras. Dan pelibatan sanitarian Puskesmas juga dilakukan. Itu untuk mengetahui higienitas tempat usaha makanan para pedagang.

“Kalau nanti ditemukan ada pangan mengandung formalin, boraks atau pewarna tekstil, akan kita telusuri belinya di pasar, atau sumbernya dari mana. Sebaliknya, kalau tidak tercemar bahan berbahaya, kiosnya akan ditempeli stiker”, terangnya.

Stiker keamanan pangan yang ditempel di kips atau gerobak, bisa jadi dievaluasi atau dicabut. Itu terjadi, ketika pedagang ketahuan menggunakan bahan berbahaya, pada uji random rapid test. Rapid test sendiri dilakukan berkala secara acak, bisa  tiga bulan sekali atau enam bulan sekali.

 

Comments are closed.