Hampir Rampung, Wakapolri Pastikan SPPG Polri di Semarang Siap Layani Ribuan Warga
METROJATENG.COM, SEMARANG – Harapan baru bagi ribuan warga Semarang untuk mendapatkan layanan gizi semakin dekat terwujud. Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo meninjau langsung progres pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Kelurahan Gedawang, Banyumanik, Kota Semarang.
Dalam kunjungan itu, Wakapolri memastikan bahwa pembangunan fasilitas gizi tersebut hampir rampung dengan progres 98,5 persen. “Kami ingin memastikan, begitu diresmikan nanti, layanan ini bisa langsung berjalan optimal untuk masyarakat,” ujar Dedi.
SPPG Polri di Semarang ini dirancang untuk melayani sedikitnya 4.000 penerima manfaat. Mereka terdiri dari kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga pelajar. Tak hanya itu, Polri juga menyiapkan 53 relawan yang akan membantu proses distribusi makanan bergizi sekaligus memberikan pendampingan gizi di lapangan.
Fasilitas ini merupakan bagian dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digerakkan pemerintah. Polri mengambil peran besar dengan membangun jaringan SPPG di berbagai daerah. Saat ini, tercatat:
-
102 unit SPPG telah beroperasi penuh.
-
31 unit dalam tahap persiapan pembangunan.
-
484 unit masih dalam proses pembangunan.
Jika dijumlahkan, total ada 617 SPPG Polri yang masuk dalam peta pembangunan nasional.
Menurut Wakapolri, langkah besar ini bukan sekadar menjalankan instruksi pemerintah, melainkan bentuk kepedulian Polri dalam menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
“SPPG Polri adalah komitmen kami untuk memastikan anak-anak bangsa mendapat gizi layak. Generasi sehat hari ini adalah penentu kejayaan Indonesia di masa depan,” tegasnya.
Dengan progres yang tinggal selangkah lagi, SPPG Polri di Semarang diharapkan bisa segera diresmikan dalam waktu dekat. Kehadirannya diyakini akan menjadi bukti nyata bahwa pelayanan Polri tidak hanya soal keamanan, tetapi juga kepedulian sosial untuk masyarakat kecil.
Comments are closed.