Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Gedung Bersejarah Roboh, Pemkot Semarang Amankan Sisa Material Bangunan

METROJATENG.COM, SEMARANG – Gedung bersejarah yang merupakan bangunan cagar budaya di Kawasan Kota Lama Semarang, Gedung Butterworth roboh. Pemkot Semarang langsung mengamanan sisa material bangunan yang memiliki nilai otentik.

“Gedung Butterworth roboh kemarin hari Senin, kita langsung berusaha mencari pemilik gedung dan mengamankan sisa material bangunan”, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso.

Ia mengakui, mengalami kesulitan untuk mencari pemilik bangunan, mengingat sebagian besar pemilik tidak berada di Kota Semarang. Namun, untuk pemilik Gedung Butterworth sudah bisa dihubungi dan diminta untuk segera memperbaiki bangunan.

Selama ini, Pemkot Semarang selalu berupaya mengingatkan para pemilik bangunan untuk merawat aset mereka di Kota Lama Semarang. Bangunan yang roboh, disinyalir karena banyaknya bagian yang rusak akibat usia dan kurangnya perawatan yang baik.

“Kayu dan kusen pada bangunan tersebut memiliki nilai otentik dan tidak mungkin direproduksi, sehingga perlu dilestarikan. Orang yang dipercayai oleh pemilik gedung juga hadir, jadi kami meminta untuk mengamankan sisa bangunan tersebut agar tidak roboh lagi”, terangnya.

Revitalisasi

Terkait revitalisasi bangunan, menurut Wing Wiyarso sebenarnya merupakan wewenang pemilik. Namun, Pemkot Semarang siap mendukung.

Terpisah, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mendorong kepada pemilik gedung di kawasan Kota Lama untuk melakukan perawatan. Pihaknya juga meminta para pemilik gedung tua di Kawasan Kota Lama untuk bisa melakukan revitalisasi agar tetap terawat.

“Memang kami kesulitan mencari pemilik bangunan, dan kalau kita mau bersurat, tapi ada beberapa yang tidak bertuan dan tidak tahu pemiliknya siapa”, tuturnya.

Di Kawasan Kota Lama Semarang, ada sekitar 10 bangunan yang tidak diketahui pemiliknya.Termasuk bangunan milik BUMN yang tidak digunakan. Selain itu ada juga bangunan bekas Hotel Dibya Puri yang saat ini kondisinya sudah memprihatinkan, padahal memiliki nilai sejarah tinggi.

“Saya sudah minta ada revitalisasi, karena mengganggu pandangan mata, sebab letaknya di jalan utama”, jelasnya.

 

Comments are closed.