Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Keliling 8 Kota, Mikail dan Rahma Temukan Keluhan Soal Lapangan Pekerjaan, Pupuk Hingga Harga Sembako

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Keliling 8 kota di Pulau Jawa, Mikail Baswedan dan Rahma Arifa Muhaimin, bersama dengan Tim Ekspedisi Ubah Bareng banyak menemukan keluhan soal lapangan pekerjaan, pupuk hingga harga-harga kebutuhan pokok. Begitupun saat menggelar ‘Juguran Karo Batir’ di Bento Kopi Purwokerto, Selasa (16/1/2024).

Usai bertemu dengan anak-anak muda di Kota Purwokerto, Mikail mengatakan, ia tertarik ikut bergabung di Ubah Bareng, karena banyak bertemu masyarakat secara langsung dan menyerap aspirasi mereka. Sehingga, ia mendapatkan gambaran utuh terkait kondisi masyarakat.

“Paling banyak keluhan soal pupuk saat bertemu dengan para petani, kemudian keluhan sulitnya lapangan pekerjaan saat bertemu dengan anak-anak muda dan keluhan harga-harga kebutuhan pokok ketika bertemu kaum ibu. Semua keluhan tersebut sebenarnya nyambung dengan berbagai kebijakan pemerintah sekarang. Misal keluhan pupuk, petani kita tidak pernah mendapatkan kepastian soal harga jual hasil panen, karena banyaknya import beras yang masuk”, jelasnya, Selasa (16/1/2024).

Sementara dalam dialog bersama anak-anak muda di Purwokerto, keluhan soal sulitnya lapangan pekerjaan juga mencuat. Salah satu peserta diskusi menyampaikan, selain lapangan pekerjaan sulit, persyaratannya juga banyak yang menyulitkan.

“Saya sering menemukan lowongan pekerjaan, syarat-syaratnya sangat merepotkan, mulai dari batas usia, harus good looking, pengalaman kerja dan sebagainya. Ini sangat menyulitkan bagi kami yang tidak memenuhi persyaratan tersebut”, ucapnya.

Caption Foto : Putera Anies Basweda, Mikail saat berdialog dengan anak-anak muda Purwokerto, Selasa (16/1/2024). (Foto : Hermiana)

 

Ajak Kritis

Puteri Cawapres, Muhaimin Iskandar, Rahma Arifa, pada kesempatan tersebut menyampaikan ajakannya kepada generasi muda untuk menjadi kritis dan komunikatif dalam menyampaikan aspirasi. Menurutnya, semakin anak-anak muda bersikap kritis, maka demokrasi yang terbangun akan semakin baik.

“Ini kesempatan kita, anak-anak muda untuk turut dalam kontestasi Pemilu 2024, jadilah kritis serta komunikatif dalam menyampaikan aspirasi, karena bangsa ini memerlukan banyak masukan dari anak-anak muda, sumbangsih pikiran generasi muda sangat diperlukan untuk kemajuan negeri ini”, tuturnya.

Dari berkeliling ke berbagai kota, Rahma mengaku mendapat banyak pelajaran berharga. Dan aspirasi-aspirasi masyarakat yang terekam olehnya, akan disampaikan kepada ayahnya selaku cawapres ataupun kepada tim.

 

Comments are closed.