Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

DPRD Jateng Dukung Layanan Psikolog Gratis Logis, Solusi Cegah Gangguan Mental dan Bullying Sejak Dini

METROJATENG.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat layanan kesehatan masyarakat melalui peluncuran Layanan Online Psikolog Gratis (Logis). Inovasi berbasis digital ini dihadirkan untuk mempermudah masyarakat memperoleh akses konsultasi psikolog sekaligus mendeteksi sejak dini berbagai persoalan kesehatan mental.

Kehadiran Logis mendapat dukungan dari Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho. Menurutnya, layanan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendampingan psikologis sekaligus mengubah cara pandang masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental.

“Program ini merupakan terobosan yang patut diapresiasi. Namun yang lebih penting adalah bagaimana pemerintah mampu membangun kesadaran masyarakat bahwa kesehatan mental memiliki peran yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik,” tuturnya.

Ia menilai, selama ini masih banyak masyarakat yang enggan berkonsultasi dengan psikolog karena khawatir mendapat stigma negatif. Padahal, konsultasi psikolog merupakan langkah preventif untuk menjaga keseimbangan emosi, meningkatkan kualitas hidup, hingga mencegah munculnya gangguan mental yang lebih serius.

Menurut Setya Ari, layanan Logis menjadi solusi karena memberikan akses konsultasi profesional secara gratis, mudah dijangkau, serta dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan. Pendekatan digital tersebut dinilai mampu memperluas jangkauan layanan hingga ke berbagai daerah di Jawa Tengah.

Caption Foto : Wakil Ketua DPRD Jateng, Setya Arinugroho saat mendampingi Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi. (Foto : Ist).

 

Dukung Kesehatan Mental Pelajar

Selain menyasar masyarakat umum, Logis juga diharapkan berperan dalam mendukung kesehatan mental kalangan pelajar. Setya Ari menilai layanan ini dapat menjadi salah satu instrumen pencegahan meningkatnya kasus perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan yang belakangan menjadi perhatian berbagai pihak.

“Anak-anak dan remaja membutuhkan ruang yang aman untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Dengan adanya layanan psikolog gratis, mereka memiliki akses untuk mendapatkan pendampingan sejak dini sehingga berbagai persoalan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi lebih berat,” katanya.

Ia menambahkan, upaya pemerintah menghadirkan layanan psikolog secara daring merupakan bentuk pendekatan jemput bola yang efektif. Masyarakat tidak lagi dibatasi oleh persoalan biaya maupun rasa malu untuk memperoleh bantuan profesional ketika menghadapi tekanan psikologis.

Meski demikian, Setya Ari mengingatkan agar keberadaan Logis tidak berhenti sebagai inovasi yang hanya diperkenalkan pada saat peluncuran. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah perlu memastikan program tersebut terus diperkuat melalui sosialisasi yang masif, peningkatan kualitas layanan, serta dukungan fasilitas yang memadai agar benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat.

Menurutnya, edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental harus dilakukan secara berkelanjutan, terutama di lingkungan sekolah, perguruan tinggi, hingga komunitas masyarakat. Dengan demikian, masyarakat akan semakin memahami bahwa berkonsultasi dengan psikolog bukanlah tanda seseorang mengalami gangguan kejiwaan, melainkan bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Setya Ari juga menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik yang sehat, tetapi juga mental yang tangguh. Karena itu, layanan psikolog gratis harus dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak generasi Jawa Tengah yang produktif, adaptif, dan mampu bersaing menuju Indonesia Emas 2045.

“DPRD Jawa Tengah akan terus mengawal keberlangsungan program ini, mulai dari aspek penganggaran hingga evaluasi pelaksanaannya. Kami ingin memastikan layanan Logis dapat berjalan secara berkesinambungan dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Jawa Tengah,” pungkasnya. (**)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.