Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Tol Yogyakarta–Bawen Kian Dekat Rampung, Warga Antusias Sambut Jalan Bebas Macet Menuju Joglosemar

METROJATENG.COM, SEMARANG – Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen kian menunjukkan progres menggembirakan. Proyek strategis nasional yang menghubungkan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini disebut-sebut bakal menjadi “urat nadi” baru konektivitas kawasan Jogja–Solo–Semarang (Joglosemar).

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pihaknya berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur strategis yang mampu menggerakkan ekonomi wilayah. Salah satu yang paling dinantikan masyarakat adalah tol sepanjang 75,12 kilometer yang digarap PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB).

“Tol ini bukan hanya proyek fisik, tapi investasi besar untuk masa depan ekonomi Jawa Tengah,” kata Luthfi, Jumat (17/10/2025).

Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen, AJ Dwi Winarsa, menjelaskan bahwa proyek ini terbagi menjadi enam seksi:

  1. Seksi 1 Yogyakarta–Banyurejo

  2. Seksi 2 Banyurejo–Borobudur

  3. Seksi 3 Borobudur–Magelang

  4. Seksi 4 Magelang–Temanggung

  5. Seksi 5 Temanggung–Ambarawa

  6. Seksi 6 Ambarawa–Bawen

Dwi mengungkapkan, dua seksi utama, yaitu Seksi 1 dan Seksi 6 menjadi fokus percepatan karena progresnya sudah cukup signifikan.

“Seksi 1 telah mencapai 83 persen dan Seksi 6 sekitar 74 persen. Target kami keduanya rampung dan beroperasi pada 2026,” ujarnya.

Saat ini, pekerjaan di Seksi 1 meliputi timbunan serta pembangunan jembatan sepanjang 4,4 kilometer di atas Saluran Mataram. Sementara di Seksi 6, tengah dikerjakan simpang susun Ambarawa, termasuk konstruksi jembatan dan pile slab sepanjang 1,8 kilometer.

Ketika tol ini beroperasi penuh, jarak tempuh Yogyakarta–Semarang diperkirakan hanya sekitar satu jam, jauh lebih cepat dibanding jalur eksisting yang memakan waktu hampir dua jam.
“Selain efisien, pengguna jalan juga akan disuguhi panorama pegunungan yang indah sepanjang perjalanan,” kata Dwi.

Lebih dari sekadar memperpendek waktu tempuh, tol ini diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah. “Dengan meningkatnya arus logistik dan mobilitas, peluang usaha di sekitar jalur tol akan terbuka lebar,” tambahnya.

Optimisme juga datang dari warga sekitar. Setiyaji (63), pedagang di Kecamatan Ambarawa, menyebut masyarakat mendukung penuh pembangunan tol.
“Kalau sudah jadi, ekonomi bisa lebih cepat berputar. Harapannya cepat selesai dan tidak terlalu ganggu aktivitas warga,” ujarnya.

Dengan progres yang terus bergerak dan dukungan masyarakat yang kuat, Jalan Tol Yogyakarta–Bawen kini menjadi simbol harapan baru bagi konektivitas dan ekonomi kawasan tengah Pulau Jawa.

Comments are closed.