Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Sido Muncul Dorong Pembangunan. Potensi Wisata Kota Semarang

Irwan : Semarang Bisa Menjadi Pintu Gerbang Tujuan Wisata Kota-Kota Lainnya di Jateng

0

METROJATENG.COM, SEMARANG – Pembangunan. kota Semarang kini sudah menampakan hasil yang bagus. di sudut-sudut kota kini nampak bersih dan para pedagang kaki lima (PKL) kini sudah tertata dengan rapi, namun masih perlu peningkatan lebih lanjut.

Melihat perkembangan kota Semarang sebagai kota perindustrian, perdagangan, jasa dan wisata membuat Direktur PT Industri Farmasi dan Jamu Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat  dan keluarganya terdorong untuk tetap berinvestasi di kota Semarang. Ini karena  Semarang memiliki potensi pariwisata yang luar biasa.

“Peluang Semarang sebagai kota tujuan wisata ini karena Semarang memiliki banyak tempat potensial yang bisa dikunjungi. Apalagi Semarang sudah ditunjang dengan Bandara International dan pelabuhan yang memudahka.n wisatan domestik maupun mancara negara untuk datang ke Semarang,” tambahnya.

Guna meningkatkan potensi wisata di kota Semarang,  Irwan mengundang puluhan tokoh dari berbagai profesi, seperti akademisi, pelaku bisnis, pelaku budaya, hingga pegiat pariwisata untuk ikut membawa perubahan wisata di Kota Semarang lebih maju. Semua elemen masyarakat ini diajak Irwan untuk memberikan ide-ide baru dalam.mengembangkan pariwisata di kota Semarang

.”Saya yakin , jika para pengusaha, tokoh budaya, tokoh pendidikan dan penggiat pariwisata bersama, kota Semarang akan lebih maju lagi, bahkan Semarang bisa menjadi pintu gerbang pariwisata Jateng, artinya Semarang tidak menjadi kota transit lagi,” ungkap Irwan.

Irwan mengatakan pariwisata menjadi salah satu sektor yang strategis dikembangkan. Apalagi Semarang memiliki beberapa lokasi wisata yang menarik, seperti Lawang Sewu, Kawasan Kota Lama, Sam Po Kong, Pelabuhan , dan tempat wisata laiinya., Guna meningkatkan pembangunan di Kota Semarang. sejumlah objek wisata masih memerlukan revitalisasi agar mampu menjadi daya tarik wisatawan.

“Sektor Pariwisata sangat strategis, selain dapat menyedot wisatawan baik domestik maupun mancanegara juga mejadi incaran para investor. Bahkan investor akan semakin berminat menanamkan modalnya di Kota Semarang, “ ujar Irwan di poolside Hotel Tentrem Semarang, Rabu malam (23/8).

Tidak dipungkiri memang pembangunan Kota Semarang, salah satunya merupakan hasil dari partisipasi pelaku usaha di sektor pariwisata, selain sektor industri, perdagagan dan jasa. Letak Kota Semarang pun cukup strategis.
Irwan menuturkan, Kota Semarang memiliki kaya potensi wisata yang dapat lebih dikembangkan lagi. Tidak hanya wisata religi, tetapi wisata berbasis alam pegurungan maupun pasisir pantai.

Berbagai potensi wisata Kota Semarang itu, tutur Irwan, harus disajikan secara genuine, asli, apa adanya sebagai sebuah kearifan lokal. Untuk itu Irwan  mengajak para pengelola obyek wisata, pegiat seni dan mayarakat secara bergandengan bersama mengembangkan sektor wisata di Kota Semarang dan sekitarnya.
“Kita akan terus mendorong para seniman agar bisa lebih inovatif dengan menciptakan kreasi-kreasi baru dan bisa bersinergi dengan pengelola obyek wisata untuk menampilkan pertunjukan maupun pagelaran kesenian,” tutur Irwan.
Irwan berharap dengan adanya pertunjukan kesenian tradisional di tempat-tempat wisata dapat meningkat perekonomian lokal, bahkan warga senang, seniman senang, pedagang juga ikut senang serta kunumgan wisawan lokal meningkat.
“Kota Semarang ini sangat kaya dan sangat potensial untuk menjadi seperti Bali. Di sini komplet, ada wisata alam, pegunungan dan laut, ada wisata religi semua agama, punya aneka kuliner khas yang lezat, ada Kota Lama dengan gedung-gedung tua bersejarah, ada aneka budaya Jawa, Melayu, Arab, Cina, ada wayang kulit hingga wayang potehi, yang sangat potensial untuk menggaet banyak wisatawan, bahkan wisatawan dapat mengunjungi pabrik jamu untuk mengetahui. bagaimana proses pembuatan. jamu,” ujarnya.

Menurutnya, jika potensi wisata itu dapat dikembangkan optimal, akan menjadi banyak pilihan bagi wasaatan mancanegara. Potensi wisata di wilayah Kota Semarang diharapkan bisa turut mengangkat perekonomian warga.

“Saya lebih suka berinvestasi di Semarang, karena Semarang melimiliki potensi yang besar.  Tidak hanya lokasinya yang strategis, dan kemanannya yang kondusif, tetapi  memang Semarang kini berbeda dengan Semarang tempo dulu. Apalagi banyak investor yang mulai berdatangan untuk mengemvangkan Semarang,” tuturnya.

Sido Muncul dengan perkembangan wisata di Kota Semarang, aka terus memberikan dukungannya untuk kemajuan kota Semarang. Dukungan ini diwujudkan dengan membangun sejumlah Hotel, di antaranya 3 hotel berbintang 5 yang berlokasi di Jalan Sisingamangaraja, Klipang dan di Jalan Ahmad Dahlan di depan RS Telogorejo, dari sebelumnya telah membangun Hotel Tentrem, hotel Chanti dan Candi.

Selain itu, di kawasan pabrik Sido Muncul juga segera dibangun Museum Jamu. Bahkan setiap bulan ada wisatawan mencapai 12.000, dan tiap tahun 140.000 orang untuk melihat agrowisata dan melihat produksi jamu.
Tidak hanya itu, Irwan juga merencanakan bakal membangun fasilitas berbagai sarana olahraga di antaranya Tentrem Sport Center, Tentrem Tenis Academi, Tentrem Sport Hotel di Klipang, Semarang Timur yaitu delapan lapangan tenis hardcourt indoor, empat lapangan tenis gravel indoor, enam lapangan tenis hardcourt outdoor, satu stadium tenis dengan kapasitas 2.300 penonton yang dilengkapi fasilitas Gym yang lengkap untuk olah raga tenis dan driving range 52 bay.
Menurutnya, Semarang bisa jadi center kegiatan tenis Indonesia. Stadium yang ada juga bisa digunakan untuk turnamen badminton, basket, juga konser musik bertaraf nasional dan internasional.
“Saya sudah siapkan lahan seluas 8 hektare di daerah Klipang, Semarang timur yang rencananya akan kami jadikan Sport Center. Desainnya sudah ada, nanti ada 18 lapangan tenis dan berbagai fasilitas olahraga lainnya, yang akan terintegrasi dengan kawasan museum, perumahan, hotel dan apartemen. Harapannya nanti bisa menambah daya tarik masyarakat atau wisatawan dari luar daerah untuk berkunjung ke Kota Semarang,” ujarnya.

Sementara itu, Pengusaha dan Ketua Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata) Harjanto Halim menyambut baik gagasan Irwan Hidayat.
“Harus ada blue print untuk mengembangkan wisata kota Semarang agar lebih terintegrasi di semua sektor,” tutur Harjanto Halim,
“Kita beri nama saja ini sebagai Gerakan Semawis, gerakan Semarang untuk Pariwisata,” ujarnya. Halim menilai, potensi wisata Semarang luar biasa kaya dan didukung kemajemukan masyarakatnya yang berlangsung secara alami.
“Kita ingin membuat pariwisata dimana jangan sampai penduduk lokal hanya jadi tontonan, tapi menjadi bagian dari keseharian, bagian dari pariwisata. Harus dibangun kenyamanan dan keamanan bagi turis saat berjalan kaki di trotoar jalan, misalnya,” tutur Halim.

Senada Ketua Kadin Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara menambahkan pembangunan pariwisata yang berkualitas sangat penting untuk diwujudkan dalam rangka ikut mendorong peningkatan kinerja pembangunan Kota Semarang.
Menurutnya, sektor pembangunan pariwisata harus menjadi perhatian para pemangku kebijakan. Dia berharap kolaborasi yang kuat pemerintah daerah, swasta dan lembaga harus kuat, dalam upaya mewujudkan pembangunan kepariwisataan yang berkualitas di Kota Semarang.

“Dukungan infrastruktur yang memadai, pengelolaan sampah, air dan sarana transportasi sangat dibutuhkan hingga diharapkan ke depan jika mampu menyedot wisatawan tidak terjadi sampah berserakan, trotoar, ruang publik dan lainya rusak dan tak memadai,” ujar Arnaz.

Arnas menuturkan, meski sejumlah daerah tujuan wisata belum sepenuhnya memiliki kelengkapan infrastruktur yang mendukung, dengan kualitas SDM pariwisata yang berkualitas diharapkan tetap mampu menarik wisatawan.
Potensi sektor pariwisata, lanjutnya, harus mampu dimanfaatkan dan ditingkatkan dengan berbagai upaya, sehingga mampu ikut mendukung peningkatan kinerja perekonomian serta menyerak banyak tenaga kerja.

Soemarno, mantan walikota Semarang, juga sependapat dengan Irwan, Semarang memiliki potensi wisata yang  luar biasa.  Sudut-sudut kota vila disentuh dengan baik akan membuat kawasan tersebut menjadunramai untuk dikunjungi.

“Sebagai contoh kawasan Banjirkanal Barat ,hanya dipasangi lampu ,  sudah terlihat indah, dan menjadi potensi wisata sungai yabg bagus, yang mampu meningkatkan perekomian warga sekitar,” ungkapnya. (tya)

Leave A Reply

Your email address will not be published.