Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

143 Guru Sekolah Rakyat Gagal Bertugas, Gus Ipul Pastikan Proses Belajar Tetap Lancar

METROJATENG.COM, JAKARTA – Sebanyak 143 guru Sekolah Rakyat yang semula dinyatakan lolos seleksi formasi tahun 2025 memilih tidak hadir saat pemanggilan tugas. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkap, kondisi ini tidak berdampak pada kelangsungan proses pembelajaran karena posisi yang kosong telah diisi kembali sesuai prosedur.

“Dari total 1.469 guru yang diterima, 143 orang atau 9,7 persen tidak hadir saat penugasan dan menyatakan mundur lewat sistem CASN BKN. Namun jumlah yang sama langsung digantikan guru pengganti,” kata Gus Ipul.

Alih-alih menyebut “mengundurkan diri”, Gus Ipul menegaskan istilah yang lebih tepat adalah “tidak memenuhi panggilan”, karena mereka telah lolos seleksi namun tidak hadir di lokasi penempatan.

Menurutnya, sebagian besar guru yang batal bertugas telah diterima pada penempatan formasi guru daerah, sementara lainnya terkendala lokasi penempatan yang terlalu jauh dari domisili asal.

“Karena optimalisasi penempatan oleh BKN, guru bisa saja ditempatkan di wilayah yang kekurangan tenaga pengajar, meskipun jauh dari tempat tinggal mereka,” ujarnya.

Kendati begitu, Gus Ipul menghormati keputusan mereka yang memilih mundur dan menegaskan bahwa dinamika tersebut tidak mengganggu jalannya kegiatan di Sekolah Rakyat.

“Sebagian besar yang tidak hadir berasal dari 23 titik Sekolah Rakyat yang memang belum mulai beroperasi, jadi tidak berdampak ke MPLS, matrikulasi, maupun proses belajar-mengajar,” jelasnya.

Di tengah tantangan itu, Kementerian Sosial terus melaju dengan agenda besar pengembangan Sekolah Rakyat. Gus Ipul mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan memberikan pembekalan langsung kepada para guru dan kepala Sekolah Rakyat usai perayaan HUT RI bulan Agustus.

“Sudah kami sampaikan ke Presiden dalam rapat terbatas. Insya Allah setelah HUT RI, beliau akan memberikan arahan langsung,” ucapnya optimistis.

Tahun ajaran baru 2025/2026 juga akan menandai ekspansi besar Sekolah Rakyat. Sebanyak 37 titik baru dijadwalkan mulai beroperasi Agustus ini, menyusul 63 titik yang telah lebih dulu berjalan. Selanjutnya, 59 titik tambahan ditargetkan aktif pada bulan September. Total 159 sekolah akan menampung sekitar 15.370 siswa dari berbagai daerah.

Comments are closed.