Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Irwan Hidayat Pilih Pendekatan Humanis Hadapi Isu Negatif, Imbau Publik Bijak Bermedia

METROJATENG.COM, SEMARANG — Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, DR (HC) Irwan Hidayat, menegaskan komitmennya untuk menghadapi berbagai isu negatif dan informasi yang tidak akurat dengan pendekatan persuasif, bukan melalui jalur hukum.

Menurut Irwan, penyelesaian persoalan di ruang publik tidak selalu harus berujung pada proses hukum, termasuk penggunaan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ia menilai, langkah tersebut justru berpotensi menimbulkan dampak sosial yang lebih luas, terutama bagi masyarakat kecil.

“Saya memilih tidak menyelesaikan dengan hukum. Saya kasihan karena, kalau dibawa ke ranah ITE, yang ada orang lain jadi susah, harus keluar biaya, waktu, dan tenaga. Saya tidak ingin itu terjadi,” ujarnya, disela-sela sosialisasi menabung saham untu karyawan pabrik Sido Muncul, mahasiswa dan instansi lain di kawasan Agro Wisata Sido Muncul, Senin (30/3/2026)

Ia mengungkapkan, sejumlah informasi yang beredar di media sosial maupun platform digital kerap tidak didasarkan pada fakta yang utuh. Namun demikian, ia memilih untuk tidak reaktif, melainkan memberikan klarifikasi secara terbuka.

“Saya itu justru kasihan. Banyak yang hanya ikut-ikutan, tidak tahu dampaknya. Kalau langsung dibawa ke hukum, mereka yang susah,” ujarnya.

Dari hasil penelusuran yang dilakukan perusahaan, sebagian besar unggahan negatif ternyata bukan berasal dari pihak yang memiliki kepentingan tertentu, melainkan netizen yang sekadar ikut tren atau mencari perhatian.

“Saya hanya ingin menunjukkan,  apa yang disampaikan itu tidak semuanya benar. Tapi bukan berarti saya harus menuntut. Saya lebih memilih menjelaskan,” katanya

Bahkan, tidak sedikit dari mereka merupakan konsumen produk Sido Muncul sendiri. Hal ini, menurut Irwan, menunjukkan, banyak orang belum memahami konsekuensi dari apa yang mereka bagikan di media sosial.

“Mereka tidak mengerti, tidak berpikir panjang. Hanya ingin ramai atau dikenal,” katanya.

Imbau Media dan Publik Lebih Bijak

Irwan juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab dalam menyampaikan informasi, terutama yang berkaitan dengan reputasi perusahaan. Ia menilai, menulis atau menyebarkan informasi tanpa dasar yang jelas dapat merugikan banyak pihak.

“Kalau tidak tahu secara pasti, sebaiknya tidak menulis hal-hal yang bisa merugikan. Membangun sebuah merek itu butuh waktu puluhan tahun,” tegasnya.

Ia mencontohkan Sido Muncul yang telah dibangun selama lebih dari 75 tahun, sehingga reputasi perusahaan menjadi hal yang sangat penting untuk dijaga.

Meski demikian, Irwan menegaskan dirinya tidak melarang siapa pun untuk menyampaikan pendapat. Ia hanya berharap informasi yang disampaikan tetap berimbang dan berbasis fakta.

“Saya tidak melarang orang menulis. Itu hak masing-masing. Tapi harapannya, bisa lebih bijak dan tidak asal menyampaikan sesuatu yang belum tentu benar,” jelasnya.

Utamakan Empati di Tengah Kondisi Sulit

Lebih lanjut, Irwan menekankan pentingnya empati di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Ia memahami bahwa setiap orang memiliki kesulitan masing-masing, sehingga pendekatan yang mengedepankan kemanusiaan menjadi pilihan utama.

“Kondisi sekarang tidak mudah. Semua orang sedang berjuang. Jadi saya memilih pendekatan yang lebih manusiawi,” ujarnya.

Dengan sikap tersebut, Irwan berharap tercipta ruang komunikasi yang lebih sehat antara masyarakat, media, dan pelaku usaha, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan dengan cara yang lebih bijak tanpa harus merugikan pihak lain. (*)

Comments are closed.