Irwan : Jangan Sekadar Trading, Berinvestasilah Saham untuk Masa Depan
Investasi Saham Lebih Menguntungkan
METROJATENG.COM, SEMARANG – Kesadaran masyarakat untuk berinvestasi terus meningkat, terutama pada instrumen saham. Namun masih banyak yang ragu untuk memulai karena belum memahami cara kerja, risiko, maupun potensi keuntungannya.
Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sifo Munvul Tbk Dr (HC) Irwan Hidayat menjelaskan, saham sebenarnya merupakan salah satu instrumen investasi yang sangat menarik apabila dilakukan dengan cara yang benar, yaitu dengan pendekatan investasi jangka panjang, bukan sekadar trading atau spekulasi jangka pendek.
Menurutnya, kesalahan yang sering terjadi adalah banyak orang memperlakukan saham seperti perjudian harian. Padahal saham pada dasarnya adalah kepemilikan atas sebuah perusahaan. Jika perusahaan tersebut berkembang dan menghasilkan keuntungan, maka pemegang saham juga ikut menikmati hasilnya.
“Yang paling penting jangan bermain atau trading saham secara spekulatif, tetapi berinvestasi jangka panjang pada perusahaan yang baik,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa investasi saham memiliki dua sumber keuntungan utama. Pertama adalah dividen, yaitu pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham. Kedua adalah kenaikan nilai perusahaan yang tercermin dari meningkatnya harga saham apabila bisnis perusahaan berkembang.
Hal ini berbeda dengan deposito yang hanya memberikan keuntungan berupa bunga dengan tingkat pertumbuhan yang relatif terbatas.
‘Memang, dalam jangka pendek harga saham bisa naik dan turun. Namun dalam jangka panjang, perusahaan yang kuat dan dikelola dengan baik cenderung mengalami pertumbuhan nilai yang signifikan,’ jelasnya saat menanggapi permintaan masyarajat saham apa yang baik untuk dipilih sebagai investaai , Kamis (12/3/2026) saat buka bersama dengan media di Semarang.
Sebagai contoh adalah saham Bank Central Asia dengan kode BBCA. Pada tahun 2000 harga sahamnya sekitar Rp500 per lembar.
‘Saat ini harga saham tersebut telah mencapai sekitar Rp6.875 per lembar. Pertumbuhan ini menunjukkan bagaimana nilai perusahaan yang baik dapat berkembang dalam jangka panjang dan memberikan keuntungan besar bagi investor yang sabar,’ katanya.
Karena itu, Irwan menyarankan agar masyarakat tidak takut untuk mulai berinvestasi, asalkan dilakukan dengan pengetahuan dan strategi yang benar.
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum membeli saham antara lain:
1. Memilih perusahaan yang sudah lama berdiri, mapan, dan telah lama menjadi perusahaan terbuka (Tbk).
2. Perusahaan memiliki profit yang baik dan secara rutin membagikan dividen kepada pemegang saham.
3. Kondisi keuangan perusahaan kuat dan tidak memiliki utang berlebihan kepada bank atau dalam bentuk obligasi, kecuali masih dalam rasio yang sehat.
4. Membeli saham pada saat harga berada pada kondisi undervalue, saat periode pembagian dividen, atau setelah laporan keuangan triwulan pertama yang biasanya terbit pada akhir bulan Maret.
Ia juga menekankan, investasi saham tidak selalu memerlukan modal yang sangat besar. Saat ini masyarakat sudah dapat memulai investasi dengan dana yang relatif terjangkau melalui perusahaan sekuritas resmi.
Bagi masyarakat yang ingin belajar lebih jauh mengenai investasi saham, termasuk cara membeli saham, memahami strategi investasi maupun trading, dapat memperoleh informasi melalui perusahaan sekuritas dan lembaga edukasi pasar modal seperti PT INA Sekuritas Indonesia, Mandiri Sekuritas, SatsetCuan Stock Academy, serta ValueCorporation.
Dengan pemahaman yang baik dan disiplin dalam berinvestasi jangka panjang, saham dapat menjadi salah satu cara efektif bagi masyarakat untuk membangun kekayaan dan meningkatkan kesejahteraan finansial di masa depan.
Semoga penjelasan ini dapat memberikan keyakinan dan mendorong masyarakat untuk mulai berinvestasi secara bijak. Pasalnya saat ini baru 7,5 persen atpau sekitar 21 juta penduduk Indonesia yang berinvestaai di pasar saham.
‘ Saya sangat mendoronv masyarakat Indonesia untuk berinvestasi saham. Jangan sekadar trading, tetapi berinvestasilah Saham untuk Masa Depan. Investasi saham itu peluang membangun kekayaan secara bertahap. Untuk masa depan,’ tegas Irwan. ((*)
Comments are closed.