Wapres Gibran Apresiasi Proyek Dermaga Ekspor SIG di Tuban
METROJATENG.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Jumat (6/3). Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap upaya penguatan ekspor sekaligus peningkatan daya saing industri semen nasional.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, serta Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra bersama jajaran manajemen perusahaan.
Proyek yang dikelola anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, ini dirancang menjadi fasilitas ekspor semen berkapasitas besar dengan dukungan teknologi modern guna menunjang operasional ekspor yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Wapres Gibran mengapresiasi progres pembangunan proyek yang kini telah mencapai 99 persen. Ia berharap fasilitas tersebut segera beroperasi dan tetap mengedepankan standar pengelolaan lingkungan yang baik.
“Semoga segera operasional dan mendukung peningkatan kapabilitas bangsa di kancah global serta agenda pembangunan berkelanjutan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di mancanegara,” ujar Gibran.
Dalam kesempatan itu, Wapres juga meninjau sejumlah fitur utama dermaga yang diproyeksikan mampu mendukung pengiriman semen ke pasar internasional hingga 500 ribu sampai 1 juta ton per tahun.
Proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi ini merupakan bagian dari kerja sama strategis SIG melalui PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan perusahaan semen asal Jepang, Taiheiyo Cement Corporation, yang telah terjalin sejak 2021.
Dengan nilai investasi mencapai Rp1,4 triliun, proyek ini mencakup berbagai pengembangan fasilitas dermaga dan pabrik. Salah satu di antaranya adalah peningkatan kapasitas Terminal Khusus dari 15.000 Deadweight Ton (DWT) menjadi 50.000 DWT melalui pembangunan jetty trestle dan jetty platform baru yang terhubung dengan jetty eksisting.
Selain itu, proyek juga meliputi pembangunan sejumlah fasilitas produksi, antara lain blending silo system berkapasitas 8.000 ton, clinker silo system berkapasitas 15.000 ton, serta dua cement silo system yang masing-masing berkapasitas 18.000 ton.
Untuk mendukung distribusi, fasilitas ini juga dilengkapi sistem transportasi material berupa tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer, tripper conveyor, serta ship loader berkapasitas 1.000 ton per jam (tph) yang berfungsi mengirim semen curah dari pabrik menuju kapal yang bersandar di dermaga.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyampaikan bahwa proyek ini ditargetkan rampung dan mulai beroperasi secara optimal pada pertengahan 2026. Pada tahap awal, fasilitas tersebut diproyeksikan mampu mengirim sekitar 450 ribu ton semen tahun ini, dengan kapasitas pengiriman hingga 1 juta ton per tahun.
“Proyek ini akan menjadi tonggak penting tidak hanya dalam memperkuat kapasitas distribusi, tetapi juga meningkatkan daya saing di pasar ekspor serta memperkuat jaringan distribusi global perseroan di tengah tantangan pasar domestik yang semakin kompetitif dan kondisi overcapacity industri semen,” ujar Indrieffouny.
Ia menambahkan, kerja sama dengan Taiheiyo diharapkan mampu memberikan manfaat optimal bagi kedua perusahaan sekaligus memperluas kontribusi karya anak bangsa di pasar global. ((*)
Comments are closed.