Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Dunia Usaha Tancap Gas di Penghujung 2025, BI Optimis Trend Positif Berlanjut di 2026

METROJATENG.COM, SEMARANG – Kinerja dunia usaha menunjukkan penguatan nyata pada akhir 2025. Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mencatat aktivitas pada Triwulan IV 2025 meningkat dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) mencapai  9,56%, lebih tinggi dibandingkan 6,01% pada Triwulan III 2025.

‘Peningkatan ini menegaskan dunia usaha berada dalam fase ekspansi yang semakin solid, ‘ jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng  M Noor Nugroho.

Lapangan Usaha (LU) Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menjadi pendorong utama pertumbuhan, seiring musim panen yang berlangsung pada periode laporan. Kinerja positif sektor ini turut memberikan efek berantai terhadap distribusi dan perdagangan di berbagai wilayah.

Selain itu, sejumlah sektor lain juga mencatat pertumbuhan, antara lain Transportasi dan Pergudangan (1,63%), Jasa Lainnya (1,25%), Pertambangan dan Penggalian (0,85%), Real Estate (0,82%), serta Perdagangan Besar dan Eceran termasuk Reparasi Mobil dan Motor (0,58%). Meningkatnya konsumsi masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi katalis utama penguatan tersebut.

Dari sisi produksi, kapasitas terpakai meningkat menjadi 71,46%, naik dari 69,89% pada triwulan sebelumnya. Kenaikan terutama terjadi pada sektor Pertambangan dan Penggalian (15,42%), Pengadaan Air (5,25%), serta Industri Pengolahan (2,45%). Penggunaan tenaga kerja juga kembali masuk fase ekspansi sebesar 0,80%, setelah sebelumnya terkontraksi (-6,44%). Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha tetap terjaga baik dari sisi likuiditas, rentabilitas, maupun akses kredit.

M. Noor Nugroho, menegaskan penguatan ini menunjukkan ketahanan sektor riil di tengah tantangan global.

“Peningkatan SBT pada triwulan IV 2025 mencerminkan aktivitas usaha yang semakin membaik. Permintaan domestik,, masih menjadi motor utama, khususnya pada sektor-sektor yang terkait dengan konsumsi dan momentum musiman,” ujar M. Noor Nugroho.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas produksi dan kembali ekspansinya tenaga kerja menjadi indikator penting membaiknya kepercayaan pelaku usaha.

“Kenaikan kapasitas terpakai dan perbaikan penyerapan tenaga kerja menunjukkan pelaku usaha merespons prospek permintaan yang lebih kuat. Ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi ke depan,” katanya.

Memasuki Triwulan I 2026, optimisme pelaku usaha semakin meningkat dengan prakiraan SBT mencapai 32,14%. Industri Pengolahan diproyeksikan tumbuh 9,33%, diikuti Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Motor 6,40%, serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 5,26%. Sektor Jasa Keuangan, Konstruksi, Informasi dan Komunikasi, Transportasi dan Pergudangan, serta Akomodasi dan Makan Minum juga diperkirakan tumbuh positif, didorong peningkatan permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri.

“Kami memandang prospek Triwulan I 2026 tetap kuat, sejalan dengan meningkatnya aktivitas produksi dan konsumsi masyarakat menjelang HBKN. Optimisme pelaku usaha berada pada level yang tinggi,” tutup M. Noor Nugroho.

Dengan tren yang terus menguat, dunia usaha menutup 2025 dengan fondasi yang kokoh dan membuka 2026 dengan ekspektasi pertumbuhan yang lebih tinggi. (*)

Comments are closed.