Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh 5,37 Persen, Lampaui Capaian Nasional

METROJATENG.COM, SEMARANG – Perekonomian Jawa Tengah menunjukkan performa impresif di tengah dinamika ekonomi nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi provinsi ini pada Triwulan III (Juli–September) 2025 mencapai 5,37 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,04 persen.

Pelaksana Tugas Kepala BPS Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan bahwa kinerja positif tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor, terutama ekspor, transportasi, dan investasi.

“Pertumbuhan ekonomi Jateng pada Triwulan III mencapai 5,37 persen. Ini menunjukkan daya saing dan ketahanan ekonomi daerah yang lebih kuat dibanding rata-rata nasional,” ujar Endang.

BPS mencatat ekspor nonmigas Jawa Tengah tumbuh signifikan, mencapai 22,69 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini diikuti dengan meningkatnya aktivitas transportasi, baik penumpang kereta api, penerbangan, maupun pengguna jalan tol, yang menandakan peningkatan mobilitas masyarakat dan dunia usaha.

Selain itu, pertumbuhan impor barang modal juga menunjukkan geliat investasi baru di sektor industri. “Permintaan terhadap mesin dan peralatan produksi meningkat, yang artinya pelaku usaha tengah memperluas kapasitas industrinya,” kata Endang.

Sektor Unggulan: Industri, Perdagangan, dan Pertanian

Kontribusi terbesar terhadap perekonomian Jawa Tengah masih datang dari empat lapangan usaha utama: industri pengolahan (33,43 persen), perdagangan besar dan eceran (13,44 persen), pertanian (12,88 persen), serta konstruksi (11,82 persen).

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penggerak utama dengan kontribusi sebesar 60,64 persen terhadap total perekonomian daerah.

Secara regional, Jawa Tengah menempati posisi kedua dengan pertumbuhan YoY tertinggi di Pulau Jawa. Provinsi DI Yogyakarta menempati urutan pertama dengan 5,40 persen, disusul Jawa Tengah (5,37 persen), Banten (5,29 persen), Jawa Timur (5,22 persen), Jawa Barat (5,20 persen), dan DKI Jakarta (4,96 persen).

Dengan kontribusi sebesar 14,50 persen terhadap total ekonomi Pulau Jawa dan 8,22 persen terhadap perekonomian nasional, Jawa Tengah terus menunjukkan peran strategis dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Jawa Tengah adalah salah satu provinsi dengan struktur ekonomi yang seimbang antara industri, perdagangan, dan pertanian. Ini membuat pertumbuhannya relatif stabil dan berkelanjutan,” pungkas Endang.

Comments are closed.