Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Raja Surakarta PB XIII Tutup Usia, Akhiri Dua Dekade Kepemimpinan Keraton

METROJATENG.COM, SURAKARTA – Kabar duka datang dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Raja Keraton, Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII, berpulang pada usia 77 tahun, Minggu (2/11/2025) pukul 07.29 WIB, setelah berjuang melawan berbagai komplikasi penyakit yang dideritanya dalam beberapa tahun terakhir.

Pakubuwono XIII lahir pada 28 Juni 1948 di Surakarta. Ia naik takhta pada 10 September 2004, menggantikan ayahnya, Pakubuwono XII.  Masa pemerintahan beliau berlangsung selama 21 tahun hingga hari ini.

Dalam masa itu, meskipun keraton tidak lagi memiliki kekuasaan politik seperti zaman dahulu, perannya sebagai penjaga warisan budaya Jawa, seperti upacara-keraton, batik keraton, gamelan, dan tarian istana  terus dipertahankan. Keraton Surakarta tetap menjadi pusat ritual dan pariwisata budaya di Kota Solo.

Menjelang akhir hayatnya, Pakubuwono XIII dilaporkan mengalami berbagai komplikasi kesehatan. Meskipun detail pasti belum disebarluaskan secara resmi, sumber internal menyebut gula darah tinggi dan gangguan organ vital sebagai penyebab utama. Jenazah tiba di kediaman keraton, Sasono Putro, sekitar pukul 10.40 WIB untuk persiapan prosesi adat.

Proses Pemakaman 

Keluarga keraton menyampaikan bahwa pemakaman akan digelar setelah Selasa Kliwon (4/10/2025), sesuai kalender Jawa dan tradisi keraton Surakarta. Proses ini akan diwarnai ritual keraton yang khas, melibatkan abdi dalem, keluarga kerajaan, serta masyarakat yang akan datang memberikan penghormatan terakhir.

Perginya Pakubuwono XIII menandai berakhirnya babak baru bagi keraton dan akan muncul proses regenerasi takhta berikutnya. Bagi masyarakat Solo dan penggemar budaya Jawa, wafatnya beliau bukan hanya kehilangan figur adat, tetapi juga salah satu simbol kontinuitas tradisi.

Comments are closed.