Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Bank Indonesia Dorong Sinergi Digitalisasi dan Budaya Lewat QRIS Jelajah Budaya Indonesia 2025

METROJATENG.COM, MAGELANG – Bank Indonesia kembali menyelenggarakan QRIS Jelajah Budaya Indonesia 2025, sebuah ajang yang memadukan transformasi digital dengan kekayaan budaya Nusantara.

Tahun ini  14 finalis dari berbagai KPwBI se-Jawa siap  menampilkan kreativitasnya dalam mengedukasi masyarakat mengenai manfaat digitalisasi pembayaran sekaligus memperkenalkan keragaman budaya Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, menegaskan QRIS Jelajah Budaya Indinsia (QJI)  dengan  tema Joglosemar (Jogja–Solo–Semarang) yang diangkat dalam kegiatan ini memiliki makna historis dan filosofis yang kuat.

“Jawa adalah kunci sejarah bangsa. Dari sinilah banyak perjuangan kemerdekaan lahir, termasuk Perang Diponegoro yang tahun ini memasuki 200 tahun. Karena itu, melalui QRIS Jelajah Budaya, kita ingin menunjukkan kemandirian bangsa, tidak hanya dalam sejarah perjuangan melawan penjajah, tetapi juga dalam sistem pembayaran yang mandiri dan tidak tergantung pada negara lain,” ujarnya.

Rahmat menambahkan, Jawa Tengah juga berkontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional dengan pertumbuhan 5,24% atau lebih tinggi dibanding rata-rata nasional 5,12%. Pariwisata menjadi salah satu penopang utama, sehingga integrasi QRIS dalam destinasi wisata, termasuk di Candi Borobudur, akan semakin memperkuat aksesibilitas dan pengalaman wisatawan.

“Melalui kegiatan ini, QRIS juga kita dorong sebagai duta family friendly tourism yang memberi nilai tambah, tanpa mengeksploitasi alam atau budaya secara berlebihan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala KPwBI Jawa Timur, Ibrahim, menekankan pentingnya sinergi antara digitalisasi dan pelestarian budaya. Menurutnya, setiap kegiatan Bank Indonesia selalu membawa filosofi budaya yang melekat, termasuk dalam mata uang Rupiah yang memuat simbol-simbol budaya dari Sabang sampai Merauke.

“QRIS Jelajah Budaya Indonesia tahun ini mengusung semangat digitalisasi dan budaya yang saling menguatkan. Bank Indonesia tidak bisa berjalan sendiri, perlu sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan seluruh ekosistem agar inklusi keuangan semakin luas,” terang Ibrahim.

Ibrahim juga mengingatkan, para finalis yang terpilih merupakan hasil seleksi ketat dari berbagai daerah, dan mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan konten edukatif, kreatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Keberhasilan ajang ini bukan hanya diukur dari kecepatan, tetapi bagaimana finalis bisa menghadirkan konten yang menarik, positif, dan memberi nilai tambah. Kami mengapresiasi semangat para peserta yang akan menjadi bagian penting dalam mengedukasi masyarakat untuk semakin cinta, bangga, dan paham Rupiah,” pungkasnya.

Ajang QRIS Jelajah Budaya Indonesia 2025 akan berlangsung 2-4 Okrober 2025,  dengan pengumuman pemenang tingkat nasional dilakukan di Jakarta. (*)

Comments are closed.