Kemenkop Gandeng Akademisi, 80.000 Kopdes Merah Putih Siap Jadi Penopang Ekonomi Desa
METROJATENG.COM, JAKARTA – Pemerintah mengebut operasionalisasi 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang baru saja terbentuk Juli 2025 lalu. Program ambisius ini tak hanya dimaksudkan untuk memperkuat ekonomi desa, tetapi juga mengembalikan koperasi ke posisi semula sebagai soko guru perekonomian nasional.
Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa keberadaan Kopdes Merah Putih adalah upaya nyata pemerintah dalam meluruskan kembali arah pembangunan ekonomi sesuai amanat konstitusi.
“Presiden Prabowo ingin memastikan pembangunan ekonomi kembali pada cita-cita pendiri bangsa, yakni berbasis gotong royong dan kekeluargaan. Koperasi adalah jalannya,” kata Ferry.
Menurut Ferry, selama ini mekanisme pasar bebas justru lebih banyak menguntungkan kelompok besar, sementara masyarakat kecil makin tersingkir. Kehadiran Kopdes Merah Putih diharapkan bisa memutus rantai ketimpangan ekonomi, khususnya di pedesaan.
“Kalau tidak diatur negara, sektor-sektor penting akan terus dikuasai pemain besar. Akibatnya rakyat kecil makin terpinggirkan,” ujarnya.
Lebih jauh, pemerintah merancang Kopdes sebagai solusi berbagai problem klasik desa, mulai dari jeratan rentenir, pinjol, hingga akses kebutuhan pokok dan layanan kesehatan. Ferry menyebut koperasi desa bukan hanya tempat transaksi, melainkan juga wadah perlindungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Untuk mengakselerasi pengelolaan, Kemenkop menggandeng kalangan kampus. Para akademisi akan dilibatkan dalam pelatihan SDM, pemetaan potensi desa, hingga riset berbasis masyarakat. Lulusan muda perguruan tinggi bahkan didorong untuk terjun langsung sebagai manajer Kopdes.
“Dengan adanya Kopdes ini, kita butuh manajer dari anak muda. Inilah ruang pengabdian kaum terpelajar,” kata Ferry.
Tak berhenti di situ, Kemenkop juga menyiapkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk menempatkan pengurus sesuai bidangnya.
“AI bisa menganalisis siapa yang cocok di keuangan, siapa di perdagangan, dan lainnya. Lebih presisi dan efisien,” jelasnya.
Dari sisi pendanaan, pemerintah telah mengalokasikan Rp16 triliun melalui mekanisme Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang diatur dalam PMK Nomor 63 Tahun 2025. Dana ini akan digunakan untuk kebutuhan awal operasionalisasi.
Dengan dukungan pendanaan besar, keterlibatan kampus, serta sinergi lintas kementerian, Ferry optimistis Kopdes Merah Putih akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi inklusif.
“Mudah-mudahan Kopdes mampu mengembalikan kejayaan koperasi. Kalau ini berjalan baik, Visi Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar mimpi,” pungkasnya.
Comments are closed.