Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Sekolah Rakyat di Semarang Masih Tertunda, Kekurangan Siswa Jadi Kendala Utama

METROJATENG.COM, SEMARANG – Rencana pembukaan Sekolah Rakyat di Kota Semarang hingga kini masih harus bersabar. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto, mengungkapkan bahwa sekolah tersebut belum bisa beroperasi karena masih menunggu arahan resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos) sekaligus menuntaskan persoalan kekurangan jumlah siswa.

Dari data sementara, baru ada 38 calon siswa untuk jenjang SD dan 36 calon siswa untuk jenjang SMA. Padahal, target yang ditetapkan mencapai 50 siswa di masing-masing jenjang. Artinya, masih ada kekurangan 12 siswa SD dan 14 siswa SMA.

“Kuota ini memang kita prioritaskan bagi masyarakat kategori miskin ekstrem, khususnya yang masuk desil 1 dan 2. Jadi sebelum dibuka, jumlah siswa harus terpenuhi dulu,” jelas Bambang.

Meski sempat terkendala jumlah peserta, Pemkot Semarang tetap menyiapkan lokasi belajar. Bangunan permanen Sekolah Rakyat akan didirikan di kawasan Rowosari, Kecamatan Tembalang. Namun, sembari menunggu pembangunan selesai, proses belajar rencananya akan ditampung sementara di Sekolah Vokasi milik Pemprov Jateng atau Balai Latihan Kerja (BLK).

Kendala lain yang dihadapi adalah penentuan tenaga pengajar. Bambang menegaskan, proses rekrutmen sepenuhnya dilakukan oleh Kemensos, sementara Pemkot hanya akan menerima daftar guru yang ditugaskan. Kepala sekolah pun sudah diproyeksikan berasal dari salah satu guru di Kecamatan Mijen.

“Untuk sementara ini, kegiatan belajar mengajar memang belum bisa dimulai. Masih dalam tahap pendataan siswa dan menunggu guru yang ditetapkan Kemensos. Harapannya, dalam waktu dekat bisa segera berjalan bersamaan dengan proses pembangunan,” pungkasnya.

Comments are closed.