Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

DPRD Jateng: Magelang Melesat Jadi Kota Wisata, Temanggung Butuh Dorongan untuk Petani Tembakau

METROJATENG.COM, MAGELANG – Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah menyoroti perkembangan signifikan sektor ketenagakerjaan dan pelayanan perizinan usaha di dua wilayah eks-Karesidenan Kedu, yakni Kabupaten Temanggung dan Kota Magelang. Kunjungan kerja yang dilakukan baru-baru ini mengungkap kontras antara pertumbuhan ekonomi perkotaan yang pesat dan tantangan pedesaan yang masih membutuhkan solusi konkret.

Ketua Komisi A DPRD Jateng, Imam Teguh Purnomo, menyatakan bahwa Kota Magelang saat ini telah menjelma sebagai kota wisata yang menjanjikan, dengan pengangguran yang tergolong rendah. Menurutnya, ledakan pembangunan hotel dan sektor jasa lainnya telah menciptakan banyak lapangan pekerjaan.

“Magelang ini luar biasa. Dahulu kota kecil, kini menjadi kota tujuan wisata dengan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Lapangan kerja bertambah, dan angka pengangguran pun turun drastis,” ungkap politisi Fraksi Golkar itu.

Sebaliknya, Kabupaten Temanggung masih menghadapi tantangan serius, khususnya dalam sektor pertanian tembakau. Berkurangnya jumlah gudang tembakau berdampak pada penyerapan hasil panen dan ketidakstabilan harga, yang merugikan para petani lokal.

“Ini PR besar. Para petani tembakau kesulitan menjual hasilnya dengan harga yang layak karena gudangnya makin sedikit. Ke depan harus ada solusi agar petani tetap bisa bertahan,” kata Imam.

Ia juga menyoroti minimnya anggaran pelatihan kerja di daerah tersebut. Imam menegaskan Komisi A akan mendorong Pemprov Jateng agar memberikan bantuan keuangan kepada Temanggung guna menyelenggarakan lebih banyak pelatihan keterampilan.

Inovasi Perizinan

Dalam hal pelayanan publik, baik Temanggung maupun Magelang dinilai telah memberikan kinerja yang cukup optimal. Di Temanggung, keberadaan 26 gerai Mal Pelayanan Publik dinilai menjadi faktor penting dalam kelancaran proses perizinan usaha. Bahkan, pada 2024, realisasi investasi di kabupaten tersebut tercatat menembus Rp 2,9 triliun—angka yang cukup menjanjikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Kota Magelang menghadirkan inovasi unik melalui program “Jempol Keren” (Jemput Bola Kelompok Rentan NIB), yang mendatangi pelaku usaha kelompok rentan langsung ke lokasi mereka berjualan, seperti pasar-pasar tradisional. Pendampingan pun diberikan agar proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) lebih mudah dan cepat.

“Pendekatan seperti ini membuat pelaku usaha kecil tidak merasa kesulitan. Mereka bisa dibantu langsung oleh petugas di tempat,” terang Imam.

Berdasarkan data Komisi A DPRD Jateng, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Temanggung saat ini berada di angka 2,35% atau 11.823 orang dari total populasi 814.879. Sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar.

Sedangkan di Kota Magelang, meski secara proporsi angka pengangguran mencapai 4,40% atau 2.979 orang dari 128.591 jiwa, namun tingkat partisipasi kerja tetap tinggi karena dukungan sektor jasa dan pariwisata yang berkembang pesat.

Comments are closed.