Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Dekatkan Pelayanan, Dinsospermasdes Banyumas Terjunkan Mobile Service

0

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Kabupaten Banyumas menyelenggarakan layanan bergerak (mobile service). Layanan diselenggarkan dengan menggunakan mobil keliling ke seluruh wilayah Kabupaten Banyumas.

Layanan yang diberikan berupa Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3),  yang merupakan suatu lembaga atau organisasi yang memberikan pelayanan konseling, konsultasi, pemberian atau penyebarluasan informasi, penjangkauan, advokasi dan pemberdayaan bagi keluarga secara profesional, termasuk merujuk sasaran ke lembaga pelayanan lain yang benar-benar mampu memecahkan masalahnya secara lebih intensif.

Kabid  Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin (PSPFM) Dinsospermasdes Banyumas, Galih Priyambodo mengatakan, mobile service terakhir dioprasikan di Kecamatan Sumpiuh pada tanggal 30 November kemarin. Masyarakat yang memanfaatkan layanan ini sangat banyak, sampai dengan ratusan orang.

“Mobile service ini antara lain melayani pengecekan apakah masyarakat sudah masuk atau belum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), mengecekan keaktifan Kartu Indonesia Sehat (KIS), pengecekan bantuan sosial (bansos), surat keterangan DTKS dan lainnya. Filosofinya adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat”, ucapnya, Senin (11/12/2023).

Tak hanya di Kecamatan Sumpiuh yang dipadati masyarakat, pelayanan di Kecamatan Sumbang, Ajibarang, Kedungbanteng dan Rawalo juga membludak. Masyarakat berbondong-bondong mencari informasi sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Karena banyaknya yang mengantri, petugas Dinsospermasdes sampai harus menggunakan aula kecamatan setempat sebagai ruang pelayanan.

Caption Foto : Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin (PSPFM) Dinsospermasdes Banyumas, Galih Priyambodo. (Foto : Dok. Dinsospermasdes Banyumas).

 

Penjelasan dan Arahan

Lebih lanjut Galih menjelaskan, pada beberapa kasus KIS masyarakat tidak aktif karena beberapa sebab. Antara lain, yang bersangkutan tidak lagi memenuhi syarat sebagai penerima KIS, karena penghasilannya yang sudah meningkat. Ada juga yang ketidakaktifan KIS akibat ketidakpadanan data, mengingat saat ada pemadanan data secara makro dari Kemensos, yang bersangkutan tidak mengurusnya.

Solusi ataupun arahan yang diberikan petugas Dinsospermasdes juga beragam, tergantung dari kasus yang dihadapi masyakat.

“Kita beri penjelasan sekaligus juga kita arahkan jalan keluarnya, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang valid, serta langkah-langkah yang harus dilakukan dengan benar”, tuturnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.