Banyumas Kian Tertib: Bupati Sadewo Kukuhkan Tata Kelola Data dan Satgas Parkir Demi Layanan Publik Berkualitas
BERITA ADVETORIAL
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Komitmen Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, tertib, dan berpihak pada kepentingan masyarakat kembali ditunjukkan dalam rapat koordinasi strategis yang digelar Selasa (17/6/2025). Bertempat di Ruang Joko Kahiman, pertemuan ini dipimpin langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, dan dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan stakeholder lainnya.
Dalam forum tersebut, dua isu penting menjadi sorotan utama, yaitu penguatan tata kelola informasi publik dan penertiban parkir melalui pembentukan Satgas Parkir. Keduanya merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam merespons dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat Banyumas yang terus berkembang.
Dalam arahannya, Bupati Sadewo menekankan bahwa tidak semua data dan informasi yang dimiliki oleh Pemkab Banyumas dapat diakses secara bebas. Ada jenis-jenis data yang dikategorikan sebagai informasi dikecualikan karena mengandung unsur strategis, sensitif, atau menyangkut kepentingan tertentu yang perlu dilindungi.
“Kita ingin semuanya tertib. Banyak permintaan data yang disampaikan langsung kepada kepala desa, camat, atau kepala dinas, bahkan dengan nada ancaman. Ini jelas tidak bisa dibiarkan. Kita harus satu suara, permintaan data strategis harus melalui mekanisme resmi dan atas izin saya selaku Bupati,” tegasnya.
Langkah ini sejalan dengan upaya Pemkab dalam meningkatkan kedisiplinan birokrasi, memperkuat perlindungan terhadap aparatur pemerintah desa dan sekolah, serta menutup celah bagi praktik-praktik penyalahgunaan data oleh pihak tak bertanggung jawab.
Sebagai bentuk konkret, forum tersebut juga menghasilkan Kesepakatan Bersama Forkopimda, yang ditandatangani oleh unsur pimpinan daerah mulai dari Bupati, DPRD, Kejaksaan, Polresta hingga Kodim 0701 Banyumas. Kesepakatan ini akan dipajang secara resmi di seluruh kantor camat, kepala desa, sekolah, dan lembaga di bawah Pemkab Banyumas, sebagai payung hukum dan tameng perlindungan bagi para petugas publik.

Satgas Khusus Parkir
Tak hanya soal tata kelola data, perhatian juga diarahkan pada isu parkir liar yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat, terutama di wilayah Purwokerto. Bupati Sadewo menyebut julukan “kota sejuta parkir” yang belakangan ramai disebut masyarakat sebagai alarm penting bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan.
“Parkir semrawut bukan hanya mengganggu kenyamanan warga, tapi juga mencederai wajah kota. Kita ingin Banyumas tertib, aman, dan menyenangkan untuk semua,” tegas Bupati.
Sebagai respons konkret, Bupati memutuskan untuk membentuk Satgas Parkir, yang akan melibatkan unsur lintas sektor, termasuk TNI, Polri, Denpom, serta dinas-dinas teknis. Satgas ini bertugas tidak hanya menertibkan parkir liar, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya tertib dalam kehidupan kota yang modern dan ramah publik.
Menariknya, forum ini juga sempat menyinggung soal wacana pembentukan Satgas Premanisme sebagaimana terjadi di sejumlah daerah lain. Namun Bupati Sadewo dengan tegas menyatakan bahwa situasi keamanan di Banyumas masih tergolong kondusif.
“Premanisme adalah isu nasional, tapi di Banyumas kita masih bisa kendalikan. Ormas-ormas kita justru aktif bersinergi. Bahkan sudah terbentuk Paguyuban Ormas dan Elingmas sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi,” ungkapnya dengan optimis.
Sadewo menyarankan agar semua satuan tugas yang akan dibentuk difokuskan terlebih dahulu pada kebutuhan yang paling mendesak, yakni penataan parkir dan perlindungan data, sambil mempertimbangkan efisiensi melalui kemungkinan penggabungan tugas di masa mendatang.
Dengan digelarnya rapat koordinasi ini, Pemkab Banyumas meneguhkan kembali komitmennya untuk menjadi daerah yang responsif terhadap persoalan masyarakat, kuat dalam regulasi, dan sigap dalam tindakan. Sinergi yang terbangun bersama Forkopimda menjadi bukti bahwa pengelolaan daerah bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan kerja nyata demi mewujudkan Banyumas yang lebih tertib, aman, dan maju.
Bupati Sadewo menutup pertemuan dengan ajakan kepada semua pihak, baik pejabat daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat umum, untuk terus menjaga komunikasi yang sehat, menjunjung etika, dan bekerja bersama untuk menciptakan Banyumas yang lebih baik.
Comments are closed.