Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Provinsi Jateng Terbanyak Melakukan Gerakan Tanam Cabai

METROJATENG.COM, SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah menjadi wilayah terbanyak yang melakukan gerakan tanam (Gertam) cabai pada tahun ini. Dimana sebanyak 26 kabupaten/ kota di Jateng melakukan Gertam secara serentak.

Pj Ketua TP PKK Jawa Tengah, Shinta Nana Sudjana mengatakan, gerakan tanam cabai sudah dimulai di Jateng sejak tahun 2017. Pertama Gertam dilounching di Desa Glesung Rejo, Baturetno, Kabupaten Wonogiri.

“Pada waktu itu langsung dibuat kesepakatan, setiap rumah warga menanam tiga polybag atau kaleng bekas. Hingga saat ini masih eksis, meskipun pasti ada kendala, namun sebagian besar warga tetap menanam”, jelasnya.

Menurut Shinta, gerakan tanam cabai juga embrio penyiapan generasi emas 2045. Kebiasaan tersebut bisa dikembangkan dalam penanaman sayur, juga bisa dipadukan dengan memelihara ikan lele dan sebagainya.

“Hal tersebut akan mendukung ketahanan pangan keluarga. Memenuhi kebutuhan protein dan vitamin, bergizi, serta dapat menyediakan pangan aman, juga mengatasi stunting”, tutur Shinta.

Program Nasional

Gerakan yang diinisiasi pemerintah pusat dan Tim Penggerak Pembinan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) untuk menekan inflasi ini, menjadi program nasional yang diikuti 38 provinsi. Tidak sekadar imbauan, penanaman pun dipantau oleh TP PKK pusat.

Rombongan TP PKK pusat yang dinahkodai Suwandiono saat melakukan verifikasi untuk membuktikan dokumen laporan di RW 08 Keluarahan Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Kamis (7/12/2023), mengapresiasi TP PKK setempat. Dengan menggandeng kelompok wanita tani, lahan balai RW setempat dikembangkan sebagai demplot pembibitan. Tidak hanya itu, pekarangan milik warga pun ditanami cabai.

“Di Jateng paling banyak dari 38 provinsi, dalam waktu singkat sudah bisa laporkan progres gertam cabai. Sudah dilaporkan dan kita nilai dari dokumen yang diserahkan”, terang Suwandiono.

Gerak cepat yang dilakukan Jateng sangat memungkinkan untuk dijadikan acuan. Selain daerah dengan gertam terbanyak, juga eksistensi gerakan yang telah dilakukan sejak lama. Gertam cabai dilakukan untuk menekan inflasi, yang bisa memengaruhi perekonomian warga, dimana pada akhir 2023, cabai menjadi komoditas pemicu inflasi.

“Sangat mungkin dijadikan benchmark. Paling tidak apa yang kita rekam hari ini, merupakan media pembelajaran bagi seluruh provinsi di Indonesia”, tutur Suwandiono.

Comments are closed.