Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

BPKP Ungkap 6 Penyebab Pengelolaan BUMDes Belum Efektif

0

METROJATENG.COM, SEMARANG – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengungkapkan enam hal penyebab pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sampai saat ini belum efektif. Salah satunya adalah banyak BUMDes yang belum berbadan hukum.

Anggota tim sosialisasi pengelolaan Bumdes dari BPKP Perwakilan Jawa Tengah, Taufik Maulana HS mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap 362 BUMDes di tanah air yang menjadi sampel pengamatan. Dan disimpulkan, banyak pengelolaan yang belum maksimal.

“Sebagian besar Bumdes belum berbadan hukum. Sehingga, sulit untuk mengakses permodalan dari lembaga perbankan”, jelas Taufik, di aula Kantor Desa Jetis, Bandungan, kemarin.

Di hadapan seratusan pengelola Bumdes se-Kabupaten Semarang, Taufik menjelaskan, faktor perencanaan bisnis dan pengembangan potensi desa juga masih menjadi titik lemah. Dimana BUMDes belum bisa mengembangkan sumber daya khas desa menjadi usaha produktif.

Selain itu, lanjutnya, para pengelola juga merasa kesulitan melakukan pemasaran, karena tak mampu bersinergi dengan pihak ketiga. Sehingga, seringkali produk hanya laku di pasar lokal.

“Penyusunan laporan keuangan yang sesuai ketentuan, juga masih menjadi PR para pengelola Bumdes”, tambahnya

Siapkan Tim

Melihat kondisi tersebut, BPKP akan menyiapkan tim untuk melakukan sosialisasi pengelolaan BUMDes, agar kinerja Bumdes dapat meningkat dan mendukung pendapatan asli desa (PADes).

Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Semarang, Rudi Susanto menyampaikan harapannya agar sosialisasi terkait pengelolaan BUMdes, membuat pengelolaan keuangan BUMDes di Kabupaten Semarang menjadi lebih baik dan berkembang.

“Para pengelola diharapkan paham tentang tata cara manajerial dan pelaporan keuangan, agar terhindar dari masalah hukum. Sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan warga desa”, tuturnya.

Subkoordinator Ekonomi Desa Dispermasdes Kabupaten Semarang, Ari Setyorini menjelaskan, beberapa BUMDes di Semarang mampu mengembangkan usaha produktif. Antara lain Bumdes Aji Bodronoyo Desa Sumowono yang mengelola pasar desa. BUMDes Mutiara Artha Desa Batur Getasan dan BUMDes Sidosari Desa Pringsari, Pringapus, yang mengelola usaha koperasi simpan pinjam. Ada pula BUMDes Bangun Jaya yang mengelola pusat wisata dan kuliner di Desa Kesongo, Tuntang.

“Sebagian BUMDes di Kabupaten Semarang sudah bisa memberikan kontribusi bagi pendapatan asli desa”, katanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.