METROJATENG.COM, PURWOREJO- Aspirasi Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan H. Wibowo Prasetyo untuk memperkuat layanan sosial dan kemanusiaan pesantren di Kabupaten Purworejo direalisasikan melalui bantuan satu unit ambulans dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kepada Pondok Pesantren Al Iman Bulus, Purworejo, Senin (10/8/2026).
Bantuan melalui Program Kemaslahatan BPKH tersebut merupakan aspirasi yang diperjuangkan Wibowo Prasetyo sebagai anggota Komisi VIII DPR RI. Keberadaan ambulans diharapkan tidak hanya melayani kebutuhan keluarga besar pesantren, tetapi juga masyarakat sekitar yang membutuhkan layanan kesehatan maupun pertolongan dalam kondisi darurat.
Penyerahan ambulans dihadiri Pengasuh Ponpes Al Iman Bulus Habib Hasan Agil Ba’abud; Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi; Kepala Divisi Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan Kemaslahatan BPKH Dr. Dyah Rahayu; Majelis Pertimbangan Ponpes Al Iman Bulus Habib Faqih Muqoddam; Sekretaris LAZISNU PBNU Moesafa; serta Wakil Ketua Bidang Penghimpunan LAZISNU PWNU Jawa Tengah Syaifurrahman beserta jajaran.
Wibowo mengatakan, aspirasi bantuan ambulans tersebut berangkat dari kebutuhan untuk memperkuat peran pesantren dalam pelayanan masyarakat. Menurutnya, pesantren selama ini bukan hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang kuat di tengah masyarakat.
“Ambulans ini bukan sekadar kendaraan. Di baliknya ada fungsi kemanusiaan yang sangat besar. Ketika ada santri yang sakit, warga membutuhkan pertolongan, atau terjadi kondisi darurat, ambulans ini harus bisa hadir memberikan pelayanan. Karena itu, sejak awal kami mendorong agar bantuan ini dapat direalisasikan untuk Ponpes Al Iman Bulus,” kata Wibowo.
Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang bermitra dengan BPKH, Wibowo menegaskan bahwa penyaluran aspirasi harus berangkat dari kebutuhan nyata dan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Ukuran keberhasilan bantuan bukan pada saat kuncinya diserahkan hari ini, tetapi seberapa banyak masyarakat yang nantinya mendapatkan manfaat. Saya berharap ambulans ini dirawat dengan baik sehingga lima, bahkan sepuluh tahun mendatang masih terus bergerak melayani masyarakat,” ujarnya.
Habib Faqih Muqoddam menyampaikan apresiasi atas perjuangan aspirasi tersebut. Menurutnya, keberadaan ambulans sangat berarti bagi Ponpes Al Iman Bulus karena akan semakin memperkuat pelayanan sosial pesantren kepada santri maupun masyarakat sekitar.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wibowo Prasetyo yang telah memperjuangkan aspirasi bantuan ambulans ini dan kepada BPKH yang telah merealisasikannya. Insyaallah akan kami jaga dan manfaatkan sebaik-baiknya, bukan hanya untuk pesantren tetapi juga bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Habib Faqih.
Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi mengapresiasi hadirnya fasilitas ambulans tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, DPR RI, BPKH, pesantren, dan elemen masyarakat akan semakin memperkuat jejaring pelayanan sosial dan kesehatan di Kabupaten Purworejo.
“Kami tentu menyambut baik hadirnya ambulans ini. Semakin banyak unsur masyarakat yang memiliki fasilitas dan kepedulian dalam pelayanan sosial, semakin kuat pula kemampuan kita bersama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Purworejo,” kata Dion.
Sementara itu, Kepala Divisi Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan Kemaslahatan BPKH Dr. Dyah Rahayu mengatakan, Program Kemaslahatan BPKH diarahkan agar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi umat. Karena itu, setiap bantuan yang diberikan diharapkan dapat dikelola dan dipelihara secara bertanggung jawab.
“Kami berharap ambulans ini benar-benar memberikan manfaat yang luas, dikelola dengan baik, dan digunakan sesuai dengan tujuan Program Kemaslahatan. Yang terpenting, keberadaannya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Dyah.
Sekretaris LAZISNU PBNU Moesafa menilai pesantren memiliki posisi strategis dalam pelayanan sosial karena tumbuh dan berada dekat dengan kehidupan masyarakat. Kehadiran ambulans akan semakin memperkuat fungsi tersebut.
“Pesantren mempunyai modal sosial dan kedekatan yang sangat kuat dengan masyarakat. Dengan adanya fasilitas ambulans ini, pelayanan kemanusiaan dapat semakin diperluas. Harapannya, fasilitas ini terus hidup, bergerak, dan memberikan manfaat kepada sebanyak mungkin masyarakat,” ujar Moesafa.
Bantuan ambulans aspirasi Wibowo Prasetyo tersebut diharapkan menjadi salah satu penguat layanan sosial Ponpes Al Iman Bulus. Selain menjadi pusat pendidikan keagamaan, pesantren diharapkan semakin berkembang sebagai simpul pelayanan kemanusiaan yang dapat diakses masyarakat di sekitarnya.(ris)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.