Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Perkuat Ketahanan Keluarga, Perlindungan Anak di Era Digital Jadi Sorotan

 

 

METROJATENG.COM, TEMANGGUNG-  Ketahanan keluarga menjadi fondasi penting dalam menciptakan ruang aman bagi anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Peran orang tua dinilai semakin penting untuk mendampingi anak agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sekaligus terhindar dari berbagai ancaman di dunia maya.

 

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Kebijakan Nasional Perlindungan Anak: Membangun Keluarga Tangguh untuk Mewujudkan Ruang Aman bagi Anak di Era Digital yang digelar Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan H. Wibowo Prasetyo bekerja sama dengan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Temanggung di Gedung PCNU Kabupaten Temanggung, Sabtu (8/8/2026).

 

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Temanggung, Hj. Kurnia Athi’ullah, mengapresiasi kolaborasi tersebut karena menghadirkan ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya kaum ibu, mengenai pentingnya perlindungan anak di tengah tantangan era digital.

 

“Peran keluarga, terutama ibu, sangat menentukan dalam membentuk karakter sekaligus menjaga anak dari berbagai ancaman di ruang digital. Karena itu, edukasi seperti ini sangat penting untuk terus diperluas,” ujarnya.

 

Selain Wibowo Prasetyo, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Rhindra Puspitasari, Dosen Pascasarjana INISNU Temanggung, Nur Budi Handayani dari MUI Kabupaten Temanggung, serta Lulu Ifadah dari ICMI Kabupaten Temanggung.

 

Anggota Komisi VIII DPR RI H. Wibowo Prasetyo menegaskan, tantangan perlindungan anak saat ini semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi digital. Jika sebelumnya ancaman terhadap anak lebih banyak terjadi di lingkungan fisik, kini ruang digital juga menjadi arena yang membutuhkan perhatian serius dari keluarga, masyarakat, dan negara.

 

“Anak-anak kita adalah generasi digital. Karena itu, keluarga juga harus menjadi keluarga digital yang cakap. Orang tua tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga wajib hadir mendampingi anak ketika berinteraksi di dunia maya,” kata Wibowo.

 

Menurutnya, negara telah memiliki berbagai regulasi untuk memberikan perlindungan kepada anak. Namun, keberhasilan implementasi kebijakan tersebut sangat bergantung pada keterlibatan keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak.

 

Wibowo menambahkan, sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi antara lain pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dirinya akan terus mendorong penguatan kebijakan sekaligus meningkatkan literasi masyarakat agar lebih siap menghadapi berbagai tantangan di era digital.

 

Dosen Pascasarjana INISNU Temanggung, Rhindra Puspitasari, mengatakan perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital di lingkungan keluarga. Orang tua perlu memahami berbagai risiko yang dapat mengancam anak, mulai dari cyberbullying, kekerasan digital, penyebaran hoaks hingga eksploitasi anak di ruang siber.

 

Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi terbuka antara orang tua dan anak. Pendampingan dalam penggunaan internet serta pemanfaatan fitur keamanan digital juga perlu menjadi bagian dari pola asuh keluarga di era teknologi.

 

Sementara itu, Nur Budi Handayani dari MUI Kabupaten Temanggung menegaskan bahwa penguatan akhlak dan pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi. Kemampuan anak menggunakan teknologi perlu dibarengi dengan nilai moral agar perkembangan digital memberikan manfaat positif.

 

Lulu Ifadah dari ICMI Kabupaten Temanggung mengajak seluruh elemen masyarakat membangun kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak. Perlindungan tersebut, menurutnya, harus dilakukan secara menyeluruh, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun ruang digital.

 

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak keluarga memiliki kesadaran untuk mendampingi anak dalam memanfaatkan teknologi secara bijaksana. Sinergi antara DPR RI, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, akademisi dan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter dan terlindungi dari berbagai ancaman di era digital.(ris)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.