Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Awanpintar Luncurkan Peta Ancaman Digital Terbaru, Perkuat Kewaspadaan Siber Nasional

METROJATENG.COM, JAKARTA- Ancaman siber yang terus berkembang mendorong perlunya sistem pemantauan yang semakin canggih. Menjawab tantangan tersebut, Awanpintar® meluncurkan pembaruan komprehensif pada platform peta ancaman digital (digital attack map) yang kini dilengkapi fitur Actionable Threat Intelligence untuk membantu praktisi keamanan siber di Indonesia.

Platform yang mulai tersedia untuk publik sejak 23 Juli 2026 melalui map.awanpintar.id ini menghadirkan tampilan baru dalam mode 2D dan 3D, sekaligus menyajikan informasi intelijen ancaman secara real-time.

Pembaruan tersebut ditujukan bagi praktisi IT, System Administrator, hingga tim Security Operations Center (SOC) agar dapat mengambil keputusan lebih cepat dan tepat saat menghadapi insiden keamanan.

Chief Technology Officer (CTO) Prosperita Group, Yudhi Kukuh, mengatakan pembaruan Awanpintar tidak hanya berfokus pada visualisasi serangan siber, tetapi juga memberikan informasi yang lebih mendalam dan dapat langsung digunakan sebagai dasar pengambilan tindakan.

“Versi terbaru dirancang menjadi jauh lebih informatif dan komprehensif. Kami tidak hanya menampilkan CVE ID, tetapi juga penjelasan singkat mengenai kerentanannya serta tingkat keparahan setiap serangan sehingga proses triase insiden dapat dilakukan dengan lebih presisi,” ujarnya.

Selain menghadirkan informasi Autonomous System Number (ASN), platform ini juga memperbarui basis data Common Vulnerabilities and Exposures (CVE). Melalui Threat Intelligence Dashboard, pengguna dapat memantau berbagai indikator penting seperti total serangan dalam 24 jam terakhir, Top Protocol, Top Port, Top Spam/Malware, Top ASN, Top Attacker, hingga Top CVE.

Salah satu fitur baru yang menjadi unggulan adalah ikon analisis pada setiap alamat IP yang terdeteksi melakukan serangan. Melalui fitur tersebut, pengguna dapat memperoleh informasi lebih rinci mengenai aktivitas ancaman sehingga proses analisis dan mitigasi dapat dilakukan lebih cepat.

Menurut Yudhi, Awanpintar kini bukan sekadar alat pemantau lalu lintas serangan, melainkan instrumen yang mampu memberikan rekomendasi berbasis data bagi praktisi keamanan informasi.

“Dari dashboard ini, praktisi IT maupun CISO dapat memahami anomali yang terjadi, menentukan prioritas penanganan, hingga menyusun langkah mitigasi mulai dari deteksi, analisis, pencegahan, sampai filtrasi secara lebih efektif,” katanya.

Berdasarkan pemantauan terbaru Awanpintar, aktivitas serangan siber di Indonesia saat ini masih didominasi botnet dan automated scanning. Selain itu, terjadi peningkatan credential attack yang menyasar layanan Remote Desktop Protocol (RDP), VNC, dan SSH.

Awanpintar juga mencatat pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) oleh pelaku kejahatan siber membuat proses eksploitasi kerentanan baru berlangsung semakin cepat. Kondisi tersebut menuntut organisasi untuk melakukan pembaruan sistem (patching) dan mitigasi secara proaktif agar tidak menjadi sasaran serangan.

Melalui pembaruan ini, Awanpintar berharap dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mendorong kolaborasi antarpraktisi keamanan siber dalam menjaga keamanan infrastruktur digital nasional.

“Keamanan siber merupakan tanggung jawab bersama. Setiap individu memiliki peran dalam menjaga keamanan ekosistem digital. Stay Together, Stay Alert, Stay Alert Together,” tutup Yudhi.(ris)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.