Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Cetak Talenta Konstruksi Siap Kerja, dan Berdaya Saing, PUtech Terima 441 Mahasiswa Baru dari 28 Provinsi

METROJATENG.COM, SEMARANG – Di tengah masifnya pembangunan infrastruktur nasional, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam menyiapkan tenaga kerja konstruksi yang kompeten.

Dari sekitar 9,4 juta tenaga kerja konstruksi di Indonesia, baru sekitar 5,8 persen yang memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK). Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab melalui pendidikan vokasi yang mampu menghasilkan lulusan profesional, tersertifikasi, dan siap memasuki dunia kerja.

Komitmen itu terus diwujudkan Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech). Tahun Akademik 2026/2027, kampus vokasi di bawah Kementerian Pekerjaan Umum tersebut resmi menerima 441 mahasiswa baru yang berasal dari 28 provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua.

Penerimaan mahasiswa baru ditandai melalui Sidang Senat Terbuka di Auditorium Soejono Sosrodarsono Kampus 2 PUtech, Semarang, Senin (27/7). Sidang dipimpin Ketua Senat PUtech, Prof. Ir. Indratmo Soekarno, M.Sc., Ph.D., dan dilanjutkan dengan pengukuhan mahasiswa baru oleh Direktur PUtech, Ir. Brawijaya, S.E., M.Eng.I.E., M.SCE., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum (BPSDM PU), Bisma Staniarto, S.T., M.Sc., jajaran pimpinan Kementerian PU, sivitas akademika, mitra, serta para orang tua mahasiswa.

Berdasarkan laporan Wakil Direktur I Bidang Akademik, Syamsul Bahri, S.Si., M.T., sebanyak 151 mahasiswa diterima pada Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung, 150 mahasiswa pada Program Studi Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan, serta 140 mahasiswa pada Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Air.

SIAP KERJA – Direktur PUtech, Brawijaya (dua dari kiri) saat memberikan penjelasan tentang Politeknik Pekerjaan Umum ( PUtech) usai mengikuti sidang Senat Terbuka penerimaan mahasiswa 441 mahasiswa baru di kampus PUtech Semarang. (tya/redmetrojateng)

 

Direktur PUtech, Brawijaya, mengatakan semakin beragamnya asal mahasiswa menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan vokasi di bidang pekerjaan umum. Menurutnya, PUtech ingin menjadi rumah bagi calon-calon insinyur terapan dari seluruh Indonesia.

“Tahun ini mahasiswa berasal dari 28 provinsi. Harapan kami, tahun depan seluruh provinsi di Indonesia sudah memiliki perwakilan di PUtech. Kami ingin mencetak talenta konstruksi dari seluruh penjuru negeri,” ujarnya.

Brawijaya menjelaskan, seluruh proses pendidikan di PUtech dirancang agar lulusannya benar-benar siap bekerja. Sekitar 70 persen proses pembelajaran diisi praktik di laboratorium, lapangan, maupun proyek, sedangkan 30 persen berupa teori. Dari porsi teori tersebut, hanya sekitar 10 persen yang berupa teori murni, sementara sisanya disampaikan melalui studi kasus, pembelajaran berbasis best practice, serta pengalaman para praktisi industri dan dosen tamu.

Mahasiswa juga diwajibkan menjalani magang industri selama enam bulan sehingga memiliki pengalaman kerja sebelum lulus.

“Kami tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan, tetapi juga pengalaman kerja, sertifikasi kompetensi, dan kemampuan mengikuti perkembangan teknologi konstruksi. Itulah yang dibutuhkan industri saat ini,” katanya.

Menurut Brawijaya, tantangan terbesar bukan terletak pada ketersediaan lapangan pekerjaan, melainkan masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai luasnya bidang pekerjaan umum.

“Masih banyak siswa SMA, SMK maupun Madrasah Aliyah yang mengira pekerjaan umum hanya membangun gedung. Padahal ruang lingkupnya sangat luas, mulai dari jalan, jembatan, sumber daya air hingga berbagai infrastruktur lainnya. Karena itu kami terus melakukan sosialisasi agar mereka mengenal peluang karier di sektor ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, tingkat serapan lulusan PUtech tergolong tinggi. Sebagian alumni bahkan telah memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri melalui berbagai program kerja sama yang dijalin kampus.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPSDM PU Bisma Staniarto membacakan sambutan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. Dalam pesannya, Menteri menegaskan bahwa mahasiswa baru PUtech merupakan bagian dari investasi strategis bangsa untuk mendukung pembangunan Indonesia.

“Saudara bukan sekadar memulai pendidikan tinggi, tetapi menjadi bagian dari investasi strategis bangsa. Jadilah generasi pembangun yang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun harapan, membuka kesempatan, dan menghadirkan kesejahteraan,” demikian pesan Menteri.

Menteri juga mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi konstruksi modern, seperti Building Information Modelling (BIM), kecerdasan artifisial (AI), Sistem Informasi Geografis (SIG), hingga teknologi pemetaan digital agar lulusan mampu bersaing di dunia kerja yang terus berkembang.

Sementara itu, Ketua Senat PUtech, Prof. Indratmo Soekarno, mengatakan meningkatnya jumlah mahasiswa baru setiap tahun merupakan amanah sekaligus tantangan bagi kampus untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

Menurutnya, mahasiswa vokasi harus memiliki fondasi yang kuat, terutama pada penguasaan fisika, matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, serta kemampuan menggambar teknik sebagai bekal memahami ilmu konstruksi.

“Lulusan PUtech selama ini memiliki rekam jejak yang baik di dunia kerja. Tantangan kami sekarang adalah meningkatkan reputasi institusi melalui penguatan kualitas dosen, penyempurnaan proses pembelajaran, peningkatan sarana dan prasarana, serta meraih akreditasi unggul,” katanya.

Untuk mendukung kebutuhan pembangunan yang terus berkembang, PUtech juga tengah menyiapkan pembukaan program studi baru, yakni Program D-III Operasi dan Pemeliharaan serta Program Sarjana Terapan (D-IV) Keselamatan Konstruksi yang saat ini masih menunggu proses perizinan.

Dengan kurikulum yang didominasi praktik, dukungan sertifikasi kompetensi, pengalaman magang industri, serta pengembangan program studi yang selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional, PUtech optimistis dapat terus melahirkan tenaga konstruksi profesional yang siap menjadi penggerak pembangunan Indonesia. (*)

Comments are closed.