Optimisme Konsumen Jateng Tetap Kuat, Prospek Ekonomi Dinilai Menjanjikan
METROJATENG.COM, SEMARANG-Masyarakat Jawa Tengah masih memandang positif kondisi perekonomian daerah. Survei Konsumen Bank Indonesia menunjukkan tingkat keyakinan konsumen pada Maret 2026 tetap berada di zona optimistis, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun prospeknya dalam beberapa bulan mendatang.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M Noor Nugroho, mengungkapkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jawa Tengah pada Maret 2026 tercatat sebesar 116,52. Angka tersebut berada di atas level 100 yang menandakan masyarakat masih optimistis terhadap perkembangan ekonomi.
“Optimisme tersebut ditopang oleh persepsi positif terhadap kondisi ekonomi saat ini. Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) pada Maret 2026 tercatat 109,63, didukung oleh keyakinan masyarakat terhadap penghasilan yang tetap terjaga, tersedianya lapangan pekerjaan, serta kemampuan melakukan pembelian barang tahan lama,” katanya.
Tidak hanya kondisi saat ini, ekspektasi masyarakat terhadap perekonomian ke depan juga menunjukkan tren yang kuat. Hal itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang mencapai 123,41. Angka tersebut menunjukkan masyarakat meyakini kondisi usaha, pendapatan, dan peluang kerja dalam enam bulan mendatang akan semakin membaik.
Menurut Noor Nugroho, terjaganya optimisme konsumen menjadi sinyal positif bagi perekonomian Jawa Tengah. Konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap tumbuh dan mendukung aktivitas ekonomi daerah.
Hasil survei tersebut juga sejalan dengan perkembangan keyakinan konsumen secara nasional. Di Jawa Tengah, tingkat optimisme yang sama juga tercermin di sejumlah kota survei, yakni Semarang, Solo, Purwokerto, dan Tegal yang seluruhnya berada pada level optimistis.
“Terjaganya kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi diharapkan dapat menjadi modal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sepanjang 2026, di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung,” ujar Noor Nugroho. (*)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.