Zikir Molekular dan Sains Penyembuhan, Perspektif Regeneratif Modern
METROJATENG.COM, SEMARANG- Pendekatan kedokteran regeneratif kini semakin berkembang dengan memadukan ilmu biologi molekular dan perspektif spiritual. Konsep ini melihat proses penyembuhan sebagai kerja terintegrasi di tingkat sel hingga sistem tubuh.
Praktisi Kedokteran Regeneratif sekaligus Ketua Umum PREDIGTI, dr. H. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQua menilai tubuh manusia bekerja layaknya sistem biologis yang kompleks. Ia menjelaskan setiap proses penyembuhan berlangsung melalui mekanisme molekular yang presisi.
“Kesembuhan sejatinya terjadi melalui proses molekular yang terukur dan saling terhubung,” katanya.
Dijelaskan, salah satu mekanisme dasar penyembuhan terlihat pada proses peradangan melalui enzim COX-2. Enzim ini berperan dalam pembentukan prostaglandin yang memicu nyeri dan demam.
“Obat bekerja dengan menghambat jalur ini sehingga produksi sinyal nyeri dapat ditekan,” jelasnya.
Ditambahkan, dalam terapi regeneratif, peran sel punca atau stem cell menjadi kunci penting. Sel ini mampu mendeteksi jaringan rusak melalui sinyal kimia dan bergerak menuju lokasi cedera.
“Sel punca tidak hanya menggantikan sel rusak, tetapi juga mengirimkan sinyal perbaikan melalui mekanisme parakrin,” tambahnya.
Menurutnya, sistem imun juga memiliki peran strategis dalam proses penyembuhan, terutama melalui imunoterapi. Mekanisme ini bekerja dengan membuka penghalang agar sel imun mampu mengenali dan menyerang sel abnormal.
“Sel imun akan menghancurkan target melalui respons molekular yang sangat spesifik,” ungkapnya.
Dikatakan, faktor lain yang berpengaruh adalah epigenetika, yakni cara tubuh mengatur ekspresi gen tanpa mengubah DNA. Kondisi mental dan aktivitas fisik dapat memengaruhi proses ini melalui sinyal biologis.
“Keadaan tenang dan aktivitas spiritual dapat menekan gen pemicu peradangan dan mengaktifkan gen protektif,” ujarnya.
Dituturkan, pada sistem kardiovaskular, penyembuhan juga dipengaruhi oleh dinamika aliran darah. Respons sel endotel terhadap tekanan aliran mampu menghasilkan zat yang memperlebar pembuluh darah.
“Proses ini membantu melancarkan aliran darah dan meningkatkan suplai oksigen ke jaringan,” tuturnya.
Menurutnya, seluruh mekanisme tersebut menunjukkan bahwa penyembuhan merupakan hasil kerja sinergis berbagai sistem dalam tubuh. Tidak ada satu faktor tunggal yang bekerja secara terpisah.
“Kesembuhan adalah hasil sinergi molekular yang terintegrasi dalam tubuh manusia,” pungkasnya.(ris)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.