Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Pemkab Banyumas Tetapkan 5 Proyek Strategis 2026 untuk Percepatan Layanan Publik dan Kesejahteraan Masyarakat

BERITA ADVETORIAL

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas resmi menetapkan lima Proyek Strategis Kabupaten Banyumas Tahun 2026 sebagai bagian dari langkah percepatan pembangunan daerah yang berfokus pada pemenuhan layanan dasar masyarakat. Penetapan ini dituangkan dalam Keputusan Bupati Banyumas Nomor 601 Tahun 2025 dan menjadi pedoman penting bagi penyelenggaraan pembangunan yang lebih terarah, transparan, serta berkelanjutan.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menjelaskan bahwa penetapan proyek strategis tidak hanya bertujuan menjawab kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga memastikan pembangunan berjalan merata di seluruh wilayah Banyumas. Menurutnya, proyek-pryek tersebut dipilih berdasarkan urgensi serta dampak yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Lima proyek strategis ini kami tetapkan sebagai komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan publik yang lebih baik dan merata. Masyarakat harus merasakan langsung manfaatnya, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga peningkatan ekonomi,” ujar Bupati Sadewo.

Proyek strategis yang ditetapkan juga menjadi bagian dari implementasi Program Pencegahan Korupsi Terintegrasi Pemerintah Daerah, yang menekankan pentingnya penyusunan perencanaan pembangunan secara tepat, terukur, serta akuntabel. Pemkab memastikan semua proyek dijalankan secara transparan dan sesuai regulasi untuk menghindari potensi penyimpangan.

Caption Foto Pasar Sokaraja di Kecamatan Sokaraja, termasuk salah satu proyek strategis Kabupaten Banyumas di Tahun 2026. (Foto : Hermiana E.Effendi).

Lima proyek strategis Pemkab Banyumas Tahun 2026 

  1. Pembangunan Jembatan Sungai Lopasir Karanglewas–Jatilawang
    Di sektor pekerjaan umum, Pemkab Banyumas akan membangun Jembatan Sungai Lopasir yang menghubungkan wilayah Karanglewas dan Jatilawang dengan nilai anggaran Rp7 miliar. Jembatan ini diharapkan menjadi akses baru yang memperlancar mobilitas warga, membuka peluang ekonomi baru, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah. Infrastruktur penghubung ini juga akan mendukung pemerataan pembangunan di wilayah selatan dan barat Banyumas.

  2. Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 10 Purwokerto – Tahap IV
    Untuk menjawab kebutuhan meningkatnya jumlah peserta didik dan keterbatasan ruang belajar, Pemkab Banyumas melanjutkan pembangunan USB SMPN 10 Purwokerto Tahap IV dengan anggaran Rp2,565 miliar. Penambahan ruang kelas dan fasilitas pendukung pendidikan diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan berkualitas bagi siswa-siswi tingkat SMP di wilayah Purwokerto dan sekitarnya.

  3. Pembangunan Puskesmas Tambak 2 – Tahap II
    Pada sektor kesehatan, Puskesmas Tambak 2 akan memasuki tahap kedua pembangunan dengan anggaran Rp1,5 miliar. Melalui fasilitas kesehatan yang lebih modern dan lengkap, masyarakat di Kecamatan Tambak dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan dasar yang lebih cepat dan berkualitas. Selain itu, keberadaan puskesmas baru tersebut juga memperkuat upaya promotif dan preventif, yang sangat penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

  4. Revitalisasi Pasar Sokaraja
    Demi mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, Pemkab Banyumas juga menetapkan revitalisasi Pasar Sokaraja dengan anggaran Rp5 miliar. Revitalisasi ini bertujuan menghidupkan kembali aktivitas perdagangan tradisional sekaligus meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli. Pasar yang lebih tertata, bersih, dan aman akan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang mendorong pengembangan produk unggulan serta memperkuat peran UMKM di wilayah tersebut.

  5. Pembangunan Gedung Kantor Kecamatan Somagede – Tahap III
    Dengan anggaran Rp1,9 miliar, pembangunan Gedung Kantor Kecamatan Somagede tahap III akan semakin memantapkan penyediaan layanan publik berbasis teknologi informasi. Gedung pemerintahan yang representatif dan modern menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas birokrasi agar lebih responsif dan mudah diakses oleh masyarakat. Proyek ini juga mendukung pelaksanaan Reformasi Birokrasi, khususnya terkait digitalisasi layanan administrasi pemerintahan.

Bupati Sadewo Tri Lastiono menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kolaborasi antarperangkat daerah, dukungan masyarakat, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Kami berharap seluruh pembangunan ini bukan hanya selesai secara fisik, tetapi benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat. Banyumas harus semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tegasnya.

Dengan ditetapkannya lima Proyek Strategis Kabupaten Banyumas untuk tahun 2026, pemerintah daerah berharap pelayanan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta sektor ekonomi dapat semakin meningkat dan dirasakan secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. Pembangunan yang merata dan berbasis kebutuhan rakyat menjadi komitmen utama Pemkab Banyumas menuju masa depan daerah yang lebih progresif dan berdaya saing.

Comments are closed.