Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Kementan Siagakan Petugas Keswan 24 Jam Selama Lebaran untuk Cegah Penyebaran PMK

METROJATENG.COM, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) tetap optimal selama periode Lebaran 1446 H. Para petugas kesehatan hewan (keswan) disiagakan 24 jam sehari untuk memastikan kesehatan dan keamanan ternak, khususnya sapi, yang banyak didistribusikan selama momentum Idul Fitri.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyatakan bahwa pengendalian PMK akan terus diperkuat selama periode Lebaran, termasuk vaksinasi, pengawasan ketat terhadap lalu lintas ternak, dan respons cepat terhadap temuan kasus. “Kami sudah instruksikan seluruh petugas keswan di berbagai daerah untuk selalu siap. Ini sangat penting agar distribusi ternak lancar dan masyarakat dapat menikmati daging yang sehat dan aman,” ujar Agung.

Dengan lebih dari 6.800 petugas keswan yang tersebar di seluruh Indonesia, Kementan memastikan pusat kesehatan hewan (puskeswan) tetap beroperasi selama liburan. Laporan dari peternak maupun masyarakat akan segera ditindaklanjuti, dan langkah-langkah mitigasi akan dilakukan jika ada indikasi kasus PMK. Pemerintah daerah dan instansi terkait juga telah dipersiapkan untuk memastikan respons cepat.

Imron Suandy, Direktur Kesehatan Hewan, menambahkan bahwa stok vaksin PMK cukup tersedia dan vaksinasi terus dilakukan. Hingga 3 April 2025, sebanyak 1,73 juta dosis vaksin telah diberikan kepada ternak, dengan beberapa provinsi mencapai target vaksinasi lebih dari 70% bahkan ada yang sudah 100%. “Penting bagi semua peternak untuk memastikan ternaknya sudah divaksinasi lengkap, serta mematuhi protokol biosekuriti,” jelas Imron.

Kementan juga meningkatkan pengawasan lalu lintas ternak di jalur distribusi utama untuk mencegah penyebaran PMK antarwilayah. “Kami imbau peternak dan pedagang ternak untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan melaporkan segera jika ada gejala PMK,” lanjutnya.

Kementan menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik mengenai isu PMK. Asalkan daging ternak diolah dengan benar—memasaknya hingga suhu 70°C selama 30 menit—virus PMK dapat dinonaktifkan. “Kami harap masyarakat tetap tenang. Daging yang diproses dengan benar tetap aman dikonsumsi,” tutup Agung.

Dengan kesiapsiagaan 24 jam dari petugas keswan, Kementan memastikan pengendalian PMK tetap optimal demi ketersediaan pangan yang sehat dan berkualitas selama Lebaran.

Comments are closed.