Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Karding Tinjau SSm JI-QC di Tanjung Emas, Pemeriksaan Impor Makin Cepat

Barantin Dorong Efisiensi Logistik Lewat Pemeriksaan Terpadu Karantina dan Bea Cukai

METROJATENG.COM, SEMARANG- Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding meninjau langsung implementasi Single Submission Joint Inspection–Quarantine Customs (SSm JI-QC) di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Rabu (5/8). Sistem pemeriksaan terpadu antara Karantina dan Bea Cukai itu dinilai mampu mempercepat pemeriksaan barang impor sekaligus meningkatkan efisiensi biaya logistik.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan integrasi pemeriksaan lintas instansi berjalan efektif. Menurutnya, penerapan SSm JI-QC menjadi bukti digitalisasi mampu mempercepat pelayanan tanpa mengurangi kualitas pengawasan.

“Upaya peningkatan efisiensi ini akan terus kami dorong demi mendukung kelancaran logistik nasional. Keberhasilan implementasi SSm JI-QC bergantung pada sinergi yang solid antara Karantina, Bea Cukai, pengelola terminal, dan seluruh entitas pelabuhan. Tujuan kita sama, yaitu menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel,” katanya.

Dijelaskan, transformasi layanan karantina harus berjalan beriringan dengan penguatan sistem biosekuriti. Dengan demikian, percepatan arus logistik tetap diimbangi pengawasan ketat terhadap komoditas yang masuk maupun keluar dari Indonesia.

“Percepatan layanan tidak boleh mengurangi efektivitas pengawasan karantina. Biosekuriti tetap menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Plt Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah, Riswan menambahkan, penerapan SSm JI-QC telah mempercepat pemeriksaan fisik karena dilakukan secara terpadu antara Karantina dan Bea Cukai. Efisiensi layanan tersebut juga mendapat penilaian positif dalam monitoring dan evaluasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).

“Penerapan sistem SSm JI-QC impor di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) dan kegiatan ekspor di Depo Fumigasi Ampenan Pelabuhan Tanjung Emas telah terbukti memangkas waktu pemeriksaan atau dwelling time serta menekan biaya logistik pengguna jasa,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Karding bersama jajaran juga meninjau berbagai tahapan pemeriksaan karantina terhadap komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang dilalulintaskan melalui Pelabuhan Tanjung Emas. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelayanan berjalan cepat, terintegrasi, dan tetap memenuhi standar pengawasan karantina.(ris)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.