Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

22 Longsor Terjadi dalam 20 Hari, Temanggung Masuki Puncak Risiko Bencana

METROJATENG.COM, TEMANGGUNG – Sepanjang awal November hingga 20 November 2025, Kabupaten Temanggung kembali menghadapi tingginya aktivitas bencana alam, terutama tanah longsor. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menunjukkan bahwa longsor menjadi ancaman paling dominan, seiring intensitas hujan yang meningkat memasuki musim penghujan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto, mengungkapkan bahwa dalam kurun 20 hari, pihaknya mencatat 25 kejadian bencana. Dari jumlah itu, 22 merupakan tanah longsor, sementara tiga lainnya dipicu cuaca ekstrem seperti angin kencang dan hujan deras.

“Tidak ada korban jiwa. Namun kerugian material mencapai puluhan juta rupiah,” jelas Totok.

Salah satu kejadian yang menjadi sorotan adalah longsor akibat banjir yang melanda Dusun Nglarangan RT 07 RW 01, Desa Nglarangan, Kecamatan Tretep pada 7 November 2025. Material lumpur dan batu menutup sebagian akses warga, meski penanganan darurat telah dilakukan pada hari yang sama.

Mengantisipasi risiko yang terus meningkat, BPBD Temanggung mempercepat program mitigasi bencana dengan menggencarkan sosialisasi prakiraan cuaca dan memberikan pelatihan penanggulangan bencana kepada masyarakat.

Hingga kini, 34 desa telah ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana, sementara 43 lainnya masih dalam tahap rintisan. Program tersebut menyasar desa-desa yang berada di lereng dan wilayah rentan, termasuk daerah yang sering terdampak longsor.

“Kami menargetkan seluruh desa di kawasan rawan bencana dapat memiliki kesiapsiagaan yang memadai,” ujar Totok.

Pelatihan yang diberikan tidak hanya menyasar warga dan perangkat desa, tetapi juga sekolah-sekolah yang berada di zona rawan. Materinya meliputi pengenalan tanda-tanda bencana, deteksi dini, hingga langkah penyelamatan saat dan setelah bencana terjadi. Peserta terdiri dari linmas, tokoh masyarakat, karang taruna, PKK, hingga siswa-siswi.

Sebaran Kasus Bencana di Temanggung

Data BPBD menunjukkan persebaran kejadian bencana sebagai berikut:

  • Kecamatan Wonoboyo & Tretep: masing-masing 5 kejadian (didominasi longsor)

  • Kecamatan Ngadirejo: 3 kejadian

  • Kecamatan Kaloran, Temanggung, Kandangan, Gemawang: masing-masing 2 kejadian

  • Kecamatan Bansari, Pringsurat, Bulu: masing-masing 1 kejadian

BPBD kembali mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama yang tinggal di daerah perbukitan, tebing curam, dan bantaran sungai. Totok menegaskan bahwa tanda-tanda awal bencana seperti retakan tanah, suara gemeretak, air keruh tiba-tiba, maupun hujan dengan durasi panjang harus segera direspons dengan menjauhi area berbahaya.

“Lebih baik mengungsi sementara ke tempat aman untuk menghindari korban maupun kerugian yang lebih besar,” tutupnya.

Comments are closed.