Tren Investasi Melonjak di Jateng, OJK Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Kelola Keuangan
METROJATENG.COM, SEMARANG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menekankan pentingnya investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan masyarakat. Melalui berbagai program edukasi, OJK terus mendorong masyarakat untuk semakin aktif dan cerdas dalam berinvestasi.
Kepala OJK Jateng-DIY, Hidayat Prabowo, mengungkapkan, minat masyarakat Jawa Tengah terhadap investasi saat ini menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan jumlah investor yang mencapai 105,29 persen.
“Ini menunjukkan, investasi semakin diminati masyarakat sebagai salah satu instrumen untuk mencapai tujuan keuangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dominasi investor berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa dengan jumlah mencapai sekitar 2,16 juta investor atau 63,98 persen dari total investor di Jawa Tengah. Kelompok ini juga mencatat pertumbuhan signifikan sekitar 38,29 persen, menandakan meningkatnya kesadaran investasi sejak usia dini.
Selain itu, aktivitas pasar modal di Jawa Tengah juga mengalami lonjakan tajam. Hingga Januari 2026, pertumbuhan transaksi tercatat berada di kisaran 259 hingga 269 persen, atau meningkat lebih dari satu setengah kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.
Hidayat menilai, tren positif ini menjadi peluang besar untuk mendorong investasi sebagai budaya keuangan masyarakat. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan minat harus diiringi dengan pemahaman yang baik agar investasi dilakukan secara tepat dan bertanggung jawab.
“Investasi bukan hanya soal ikut tren, tetapi harus menjadi bagian dari perencanaan keuangan yang terukur dan berkelanjutan,” tegasnya, dalam sambutan di acra media briefing dengan tema “Road to Pekan Reksa Dana” di kantor Ojk Jateng-Diy, Kami (9/4/2026).
Dalam mendukung hal tersebut, OJK mendorong masyarakat untuk mengenal instrumen investasi yang mudah diakses, seperti reksa dana, khususnya reksa dana pasar uang. Instrumen ini dinilai cocok bagi investor pemula karena relatif sederhana, fleksibel, dan memiliki risiko yang lebih terjaga.
“OJK juga terus memperluas edukasi investasi melalui berbagai kegiatan yang menyasar pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum. Program ini dilakukan secara luring maupun daring agar semakin banyak masyarakat yang memahami manfaat investasi,” tuturnya.
Menurut Hidayat, pendekatan edukasi yang sederhana menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal, sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan investasi yang sehat.
“Kami ingin investasi menjadi gaya hidup keuangan yang positif, dilakukan secara bertahap, disiplin, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” katanya.
Dengan tren pertumbuhan yang kuat ini, OJK optimistis partisipasi masyarakat di sektor investasi akan terus meningkat dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi daerah.
“Investasi yang dilakukan secara bijak akan membawa manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi perekonomian secara keseluruhan,” pungkasnya. (*)
Comments are closed.