Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Faperta Unsoed Kenalkan Teknologi Biodigester

0

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (Sosek) Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Faperta Unsoed) melaksanakan kegiatan PkM dalam bentuk pelatihan pemanfaatan kotoran ternak kambing menjadi biogas menggunakan teknologi biodigester sederhana di Desa Kemutug Lor, Kec. Baturraden, Kab. Banyumas.

Pelatihan yang dilaksanakan pada 15 Juli 2023, diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat peternak kambing untuk memanfaatkan kotoran ternaknya menjadi biogas untuk skala rumah tangga.

Pelatihan ini menghadirkan Abdul Mukhlis Ritonga, STP, M.Sc dari Program Studi Teknik Pertanian Faperta Unsoed selaku narasumber, yang memberikan materi tentang pemanfaatan teknologi biodigester untuk mengolah kotoran ternak menjadi biogas.

Dalam materinya Abdul menyampaikan bahwa teknologi biodigester ini diaplikasikan untuk menghasilkan gas metan yang dapat digunakan masyarakat sebagai energi untuk memasak di skala rumah tangga.

Selain itu, penggunaan biodigester juga dapat berdampak pada pengelolaan sanitasi lingkungan yang lebih baik, mengurangi pencemaran limbah kotoran ternak dalam bentuk bau, serta residu atau ampas dari biogas dapat diolah sebagai pupuk organik.

Kegiatan PkM ini merupakan kerjasama antara Jurusan Sosek Faperta Unsoed dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Budi Yoko, dosen dari Jurusan Sosek Unsoed, yang merupakan ketua tim kegiatan PkM ini, menyatakan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada upaya dalam meningkatkan kapasitas masyarakat yang tinggal di sekitar hutan, khususnya di Desa Kemutug Lor, dalam mengelola dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang mereka miliki untuk mengurangi kerentanan ekonomi mereka. Kegiatan pengenalan teknologi biodigester ini merupakan bagian dari kegiatan pengadian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat desa sekitar hutan melalui penerapan agrosilvopastura dan wisata alam berkelanjutan.

Sebelumnya, tim PkM Jurusan Sosek Faperta Unsoed – BPDLH telah melakukan serangakaian kegiatan sejak April 2023 lalu, seperti pelatihan pengembangan model agrosilvopastura, pelatihan pengembangan jalur pendakian Gunung Slamet, pelatihan pembuatan silase, dan pelatihan pembuatan pupuk organik.

Selain itu, tim beserta anggota LMDH Wana Karya Lestari juga telah mengembangkan demonstration plot agrosilvopastura yang memadukan tanaman damar dengan tanaman obat, rumput odot dan tanaman buah.

Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi stimulus bagi masyarakat di Kemutug Lor dalam mengembangkan aktivitas perekonomian baru yang dapat menyokong penghidupan mereka.

“Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk kontribusi nyata Faperta Unsoed dan BPDLH kepada masyarakat sekaligus, menjembatani hasil-hasil penelitian di kampus untuk diaplikasikan di masyarakat,” tutup Budi.(nda)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.