Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Lewat Film dan Kebersamaan, Wali Kota Agustina Ajak Anak-anak Yatim Terus Bermimpi

METROJATENG.COM, SEMARANG – Kebahagiaan terpancar dari wajah puluhan anak yatim saat mereka menikmati akhir pekan dengan cara yang berbeda. Bersama Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, sebanyak 96 anak dari Panti Asuhan At Taqwa Meteseh mengikuti kegiatan nonton bareng film Children of Heaven, Sabtu (30/5).

Suasana hangat langsung terasa sejak awal acara. Agustina tak hanya hadir sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai sosok yang ingin mendekatkan diri dan berbagi perhatian dengan anak-anak. Ia menyapa satu per satu peserta, mengajak berbincang, serta memberikan motivasi agar mereka terus semangat belajar dan mengejar cita-cita.

Bagi Agustina, anak-anak yatim membutuhkan lebih dari sekadar bantuan materi. Mereka juga memerlukan dukungan moral, kasih sayang, dan keyakinan bahwa banyak orang yang peduli terhadap masa depan mereka.

“Anak-anak harus tumbuh dengan rasa optimistis. Mereka harus yakin bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih mimpi. Yang terpenting adalah terus belajar, berusaha, dan tidak pernah menyerah,” ujarnya.

Film Children of Heaven yang diputar dalam kegiatan tersebut menghadirkan kisah sederhana tentang kehidupan dua bersaudara yang harus berbagi satu pasang sepatu karena keterbatasan ekonomi keluarga. Meski sederhana, cerita itu menyuguhkan pesan mendalam tentang cinta keluarga, pengorbanan, kejujuran, dan keteguhan menghadapi tantangan hidup.

Menurut Agustina, nilai-nilai yang terkandung dalam film tersebut sangat relevan untuk ditanamkan kepada generasi muda di tengah perkembangan zaman yang serba cepat.

“Anak-anak perlu belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu diukur dari apa yang dimiliki. Ada nilai kejujuran, empati, kerja keras, dan rasa syukur yang jauh lebih penting untuk bekal kehidupan mereka,” katanya.

Tak sedikit anak yang terlihat larut dalam alur cerita. Ada yang tertawa saat menyaksikan adegan lucu, namun ada pula yang terharu mengikuti perjuangan tokoh utama dalam film tersebut.

Nabil, salah satu peserta, mengaku mendapatkan pelajaran berharga setelah menonton film itu. Ia mengagumi sosok kakak dalam cerita yang rela berkorban demi kebahagiaan adiknya.

“Saya jadi belajar untuk lebih sayang kepada saudara dan menghargai apa yang kita punya. Ceritanya sederhana, tapi membuat saya terharu,” ungkapnya.

Pengasuh Panti Asuhan At Taqwa Meteseh, Anikoh, menyebut kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi anak-anak. Selain memberikan hiburan, kegiatan itu juga menghadirkan perhatian yang membuat mereka merasa dihargai dan dicintai.

“Anak-anak sangat senang. Mereka merasa dekat dengan pemimpinnya dan merasakan bahwa keberadaan mereka diperhatikan,” tuturnya.

Melalui kegiatan sederhana tersebut, Pemerintah Kota Semarang ingin menghadirkan ruang-ruang kebahagiaan bagi anak-anak yang membutuhkan. Agustina menegaskan, membangun kota bukan hanya soal jalan, gedung, atau fasilitas publik, tetapi juga tentang membangun harapan dan masa depan warganya.

“Kalau anak-anak bisa tumbuh dengan bahagia dan penuh harapan, maka kita sedang menyiapkan masa depan Semarang yang lebih baik. Mereka adalah generasi penerus yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.