Terapi Autologus Buka Peluang Sembuh Total bagi Pasien Leukemia
METROJATENG.COM, SEMARANG- Perkembangan dunia medis menghadirkan harapan baru bagi pasien leukemia melalui terapi berbasis sel tubuh sendiri atau autologus. Metode ini dikombinasikan dengan kemoterapi presisi dalam skema yang dikenal sebagai terapi “sandwich”, yang dinilai mampu meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan.
Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, dr. Agus Ujianto, menjelaskan bahwa leukemia merupakan kanker darah yang menyerang sumsum tulang, yakni organ penting yang berfungsi sebagai pabrik pembentuk sel darah. Namun, kemajuan ilmu kedokteran kini memungkinkan perbaikan fungsi tersebut melalui pendekatan transplantasi sel modern.
Menurutnya, prinsip transplantasi sel yang pertama kali dikembangkan oleh E. Donnall Thomas telah membuktikan bahwa sumsum tulang yang rusak dapat “di-reset” dan digantikan dengan sel sehat.
“Pendekatan ini kini berkembang menjadi terapi autologus, yaitu menggunakan sel dari tubuh pasien sendiri. Metode ini lebih aman karena meminimalkan risiko penolakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, terapi autologus tidak hanya bertujuan meredakan gejala, tetapi juga memiliki orientasi kuratif atau penyembuhan total. Dalam praktiknya, proses pengambilan sel dilakukan melalui prosedur minim invasif, seperti aspirasi sumsum tulang dan sedot lemak ringan.
“Prosedurnya cukup dengan anestesi lokal, pasien tetap sadar, hanya merasakan tekanan ringan seperti cabut gigi, dan bisa segera beraktivitas kembali,” jelasnya.
Lebih lanjut, penanganan leukemia dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari fase induksi untuk mencapai remisi, dilanjutkan konsolidasi guna membersihkan sisa sel kanker, hingga tahap pengkondisian menggunakan kemoterapi dosis tinggi.
Pada fase ini, digunakan kombinasi obat Busulfan dan Cyclophosphamide (BuCy) untuk membersihkan sumsum tulang dari sel kanker. Setelah itu, sel autologus pasien dikembalikan ke dalam tubuh untuk memulihkan produksi sel darah.
“Sel tersebut akan kembali ke sumsum tulang dan mulai membentuk sel darah sehat dalam waktu sekitar 10 hingga 20 hari,” paparnya.
Sebagai penyempurna, terapi “sandwich” juga dilengkapi dengan pemberian secretome atau sari pati sel yang berfungsi menjaga lingkungan sumsum tulang tetap sehat serta mencegah kekambuhan.
“Ini merupakan kombinasi kemoterapi presisi dengan kekuatan alami tubuh sendiri sebagai bentuk kedaulatan kesehatan pasien,” tandasnya. (ris)
Comments are closed.