Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Menkominfo Ungkap Judi Online Ditemukan di Kalangan TNI, Kementrian, DPR Hingga KPK

METROJATENG.COM, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi menyatakan, judi online sudah tidak bisa ditolerir lagi. Mengutip data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Menkominfo menyatakan aktivitas perjudian online juga ditemukan masif pada instansi pemerintahan dan lembaga negara.

“Jadi kita tahu dan dengar cerita dari data PPATK ada empat ribu orang anggota TNI terpapar judi online, di Kominfo sendiri ada 15 orang, DPR/DPRD sekitar seribu, KPK 30-an. Jadi, judi online ini sudah merasuk ke seluruh instansi”, ungkapnya.

Menkominfo menegaskan, pihaknya terus bertekad untuk menindak tegas dengan pemutusan akses berbagai situs yang memfasilitasi judi online. Menurutnya, selama satu tahun sejak 17 Juli 2023 sampai dengan 17 Juli 2024, Kemenkominfo telah memutus akses terhadap 2.552.749 konten judi online.

“Jadi selama satu tahun saya menjadi Menteri Kominfo, sudah 2,5 juta lebih konten dilakukan pemutusan akses. Dibanding 2017 sampai dengan 2023, enam tahun cuman 800 ribu, hampir tiga kali lipat dalam waktu satu tahun”, tuturnya.

Tantangan Besar

Lebih lanjut Budi Arie menyebut, semakin masifnya judi online ini menjadi tantangan besar bagi masyarakat Indonesia. Karenanya, pemerintah terus melakukan berbagai langkah dan kebijakan strategis untuk melindungi masyarakat baik dari pencegahan hingga pemberantasan.

“Judi online sudah merusak ke semua sendi kehidupan. Karena itulah, ini sudah tidak bisa lagi ditolerir sehingga menurut hemat kami saatnya kita harus menghentikan judi online di Indonesia”, tegasnya.

Budi Arie menyontohkan, perusahaan yang memutus hubungan kerja karena sejumlah karyawan kecanduan judi online. Menurutnya, dampak buruk perilaku non-produktif karyawan dapat memicu terjadinya tindak kriminal.

“Bayangkan ada pabrik di Bekasi sekitar 1.500 karyawan, separuhnya di-PHK karena judi online dan ujungnya adalah kriminalitas. Mereka mencuri dan segala macam sehingga selain tidak produktif, kriminalitas meningkat. Karena itulah kita terus bertekad  melawan judi online yang sudah merusak ke semua sendi kehidupan”, pungkasnya.

Comments are closed.