Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh 5,84 Persen pada Triwulan IV 2025
Lampaui Pertumbuhan Jawa dan Nasional
METROJATENG.COM, SEMARANG – Perekonomian Provinsi Jawa Tengah pada triwulan IV 2025 mencatatkan pertumbuhan impresif 5,84 persen (year on year/yoy). Angka ini meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,38 persen (yoy), serta lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi regional Jawa 5,80 persen (yoy) dan nasional 5,39 persen (yoy).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menyampaikan, capaian tersebut menunjukkan ketahanan dan daya dorong ekonomi Jawa Tengah yang tetap kuat hingga akhir tahun 2025.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah terutama ditopang oleh Konsumsi Rumah Tangga (RT) yang tumbuh sebesar 4,44 persen (yoy). Optimisme konsumen tetap terjaga, tercermin dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang berada pada level optimis (indeks >100). Konsumsi masyarakat juga terdorong oleh berbagai program diskon besar di pasar ritel modern menjelang akhir tahun.
Selain konsumsi, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi turut menjadi pendorong pertumbuhan dengan capaian 6,24 persen (yoy).
‘Realisasi investasi pada triwulan IV 2025 tercatat tetap kuat. Berdasarkan data DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, sejumlah daerah yang paling diminati investor antara lain Kabupaten Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Batang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Demak,’ katanya.
Sementara itu, Konsumsi Pemerintah tumbuh signifikan sekitar 9,11 persen (yoy) seiring percepatan realisasi anggaran menjelang tutup tahun.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah terutama bersumber dari Industri Pengolahan yang tumbuh 5,18 persen (yoy). Sektor manufaktur masih memberikan kontribusi besar terhadap struktur ekonomi daerah.
Selain itu, beberapa sektor lain juga menunjukkan kinerja positif:
Perdagangan tumbuh 5,26 persen (yoy), didorong peningkatan permintaan masyarakat saat momentum diskon akhir tahun.
‘Konstruksi tumbuh 6,85 persen (yoy), sejalan dengan percepatan pembangunan dan preservasi infrastruktur jalan provinsi guna mencapai target 94 persen jalan dalam kondisi mantap,’ jelasnya.
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (Akmamin) mencatatkan pertumbuhan tinggi sebesar 13,97 persen (yoy), didorong peningkatan aktivitas pariwisata, termasuk penambahan rute penerbangan internasional Bandara Ahmad Yani ke Singapura pada triwulan IV 2025.
Sektor Pertanian juga kembali tumbuh sebesar 4,06 persen (yoy) setelah sebelumnya mengalami kontraksi. Perbaikan ini sejalan dengan peningkatan kredit pertanian serta bertambahnya luas tanam padi.
Adapun Jasa Keuangan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 16,14 persen (yoy). Kinerja tersebut didukung oleh peningkatan output bank umum sebesar 4,58 persen dan lonjakan pendapatan asuransi mmencapai 42,4 persen.
Kinerja Tahunan 2025 Lebih Kuat
Secara keseluruhan, ekonomi Jawa Tengah sepanjang tahun 2025 tumbuh 5,37 persen (yoy), meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berkisar 4,95 persen (yoy).
‘Capaian ini juga melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa (5,30 persen) dan nasional (5,11 persen),’ katanya.
Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan ekonomi terutama ditopang oleh Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh 4,78 persen, seiring kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Tengah sebesar 6,50 persen serta berbagai stimulus fiskal pemerintah.
Dari sisi lapangan usaha, Industri Pengolahan tetap menjadi motor utama dengan pertumbuhan 4,06 persen (yoy), didukung peningkatan permintaan ekspor dari negara mitra dagang.
Dengan capaian tersebut, Jawa Tengah menunjukkan daya tahan ekonomi yang solid dan prospek yang tetap terjaga ke depan, didukung sinergi kebijakan serta penguatan sektor-sektor produktif. (*)
Comments are closed.