Telkom Indonesia Hijaukan Lereng Gunung Slamet dengan Tanam 15.000 Pohon
METROJATENG.COM, BANYUMAS- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mempertegas komitmennya dalam pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat melalui aksi penghijauan kembali di Lereng Gunung Slamet. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Telkom Go Zero, Telkom melakukan penanaman 15.000 bibit pohon di Bukit Kasturi, Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada Rabu (28/01).
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan sebagai representasi kolaborasi Pentahelix. Mewakili Bupati Banyumas, hadir Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Banyumas, Ahmad Suryanto, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jateng Wilayah 6, Mashadiyanto, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri. Dukungan kewilayahan dipimpin langsung oleh Camat Cilongok, Susanti Tri Pamuji, S.STP, M.Si, Kepala Desa Sokawera, Muhayat, beserta unsur Forkopimcam Cilongok.
Dari sisi penyelenggara, hadir Manajer General Support Telkom Regional III, Nugroho Adi Pracoyo, Head of Telkom Daerah Purwokerto, Yogi Bachtiar, serta Kadiv Kemitraan Strategis dan Jaringan BMM, Faisal Fajar.
Manajer General Support Telkom Regional III, Nugroho Adi Pracoyo, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan langkah awal perusahaan pada tahun 2026 untuk mendukung target dekarbonisasi nasional.
“Kami meyakini bahwa pertumbuhan bisnis yang sehat harus berjalan selaras dengan kepedulian lingkungan. Satu pohon yang kita tanam hari ini diproyeksikan mampu menyerap 20 hingga 25 kilogram CO2 per tahun,” jelas Nugroho.
Integrasi Ekologi dan Ekonomi Desa
Program ini tidak hanya berfokus pada aspek ekologi, tetapi juga penguatan ekonomi kerakyatan melalui konsep agroforestry yang dikelola bersama BMM dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Sehati pimpinan Bapak Nasihin. Dari total 15.000 bibit yang ditanam, Telkom memadukan tanaman keras (Multi Purpose Tree Species) seperti alpukat dan manggis dengan tanaman produksi seperti kopi dan sereh wangi. Secara khusus, 10.000 bibit sereh wangi dialokasikan sebagai penguat struktur tanah (terasering) sekaligus bahan baku utama produksi minyak atsiri yang menjadi komoditas ekonomi unggulan bagi kesejahteraan masyarakat Desa Sokawera.
Selain pemulihan lingkungan di wilayah hulu (catchment area), Telkom juga berkomitmen mendukung transformasi digital desa.
“Jika masyarakat membutuhkan kolaborasi terkait ekosistem digital, kami melalui Telkom Daerah Purwokerto siap memberikan dukungan penuh agar Sokawera tumbuh menjadi desa mandiri yang sejahtera,” tutup Nugroho.
Apresiasi tinggi datang dari Pemerintah Kabupaten Banyumas. Kabag Perekonomian dan SDA, Ahmad Suryanto, menyebut keterlibatan Telkom sebagai contoh nyata kolaborasi lintas sektor yang menginspirasi.
“Ini adalah investasi jangka panjang. Kami berharap Sokawera bisa menjadi ‘Desa Alpukat’ dan pusat minyak atsiri berkat dukungan infrastruktur dan kepedulian dari Telkom,” ujar Ahmad.(ris)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.