Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Kemenag Siapkan Ribuan Masjid Jadi Titik Singgah Pemudik Nataru 2025/2026

METROJATENG.COM, JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan sebanyak 6.919 Masjid Ramah Pemudik yang tersebar di 30 provinsi di seluruh Indonesia guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik Natal 2025 serta Tahun Baru 2026. Ribuan masjid tersebut akan difungsikan sebagai titik singgah alternatif bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh selama momentum libur akhir tahun.

Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i mengatakan, program Masjid Ramah Pemudik merupakan bentuk kehadiran negara melalui fasilitas keagamaan yang dekat dengan masyarakat. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang publik yang memberikan manfaat nyata, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat signifikan.

“Masjid kami arahkan sebagai tempat istirahat yang aman dan nyaman bagi pemudik, sekaligus ruang ibadah yang tertib selama perjalanan,” ujar Romo Syafi’i.

Ia menjelaskan, masjid-masjid yang terlibat dalam program ini berada di jalur strategis dan kawasan dengan intensitas lalu lintas tinggi. Fungsinya meliputi rest area alternatif, pos layanan sosial, hingga lokasi pemeriksaan kesehatan sederhana. Dengan fasilitas tersebut, pemudik dapat memulihkan kondisi fisik sebelum melanjutkan perjalanan, sehingga risiko kelelahan dan kecelakaan dapat ditekan.

Selain menyediakan ruang istirahat, Masjid Ramah Pemudik juga diharapkan menjadi pusat informasi perjalanan bagi masyarakat. Pengurus masjid bersama relawan akan membantu memberikan arahan, informasi kondisi sekitar, hingga bantuan dasar bagi pemudik yang membutuhkan.

Wamenag menambahkan, pemanfaatan masjid sebagai tempat singgah memberikan banyak keuntungan, mulai dari tersedianya fasilitas yang bersih dan bebas biaya, hingga kemudahan bagi pemudik untuk menunaikan ibadah tepat waktu. Kehadiran masjid sebagai titik singgah juga diyakini dapat mengurangi kepadatan di rest area resmi yang sering terjadi pada puncak arus mudik dan balik Nataru.

“Di sisi lain, program ini turut mendorong penguatan pelayanan publik berbasis komunitas serta menumbuhkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial di tengah masyarakat,” katanya.

Melalui program Masjid Ramah Pemudik, Kementerian Agama berharap perjalanan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan manusiawi, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan umat yang responsif terhadap kebutuhan sosial.

Comments are closed.