Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

DPR Dorong Kesiapsiagaan Terpadu Demi Keselamatan Masyarakat Selama Nataru

METROJATENG.COM, JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI, Teguh Iswara Suardi, menekankan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan arus Natal dan Tahun Baru (Nataru). Di tengah lonjakan mobilitas masyarakat yang kerap dibarengi potensi cuaca ekstrem, Teguh menilai kehadiran negara melalui sistem kesiapsiagaan yang solid dan terkoordinasi menjadi sebuah keharusan.

Teguh mengapresiasi langkah Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang telah membentuk unit-unit siaga hingga tingkat kabupaten, khususnya di daerah rawan bencana. Namun demikian, ia menilai upaya tersebut perlu diperkuat melalui sinergi lintas sektor agar penanganan di lapangan dapat berjalan lebih efektif.

Menurut Teguh, integrasi unit siaga Basarnas dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, serta Kepolisian menjadi kunci dalam mempercepat respons darurat. Dengan koordinasi yang jelas dan sistem komando yang terpadu, penanganan kejadian di lapangan diyakini dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur.

Selain itu, legislator dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II ini juga menyoroti kesiapan posko-posko terpadu Nataru. Ia mengingatkan agar posko yang telah ditetapkan berdasarkan pemetaan dan simulasi risiko tidak sekadar menjadi simbol kesiapan, melainkan benar-benar berfungsi sebagai pusat layanan darurat bagi masyarakat.

Teguh menekankan pentingnya kelengkapan fasilitas di setiap posko, termasuk layanan kesehatan yang memadai. Perhatian khusus, menurutnya, perlu diberikan kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, dan lansia, mengingat keselamatan jiwa menjadi taruhannya.

Dalam kesempatan yang sama, Teguh juga mengangkat isu kelelahan pengemudi yang kerap menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas selama periode libur panjang. Ia menilai keberadaan kantong parkir dan rest area yang memadai sangat vital, terutama di Pulau Jawa yang menjadi pusat pergerakan arus mudik dan balik Nataru.

Tak kalah penting, Teguh menilai kondisi cuaca ekstrem yang hampir selalu menyertai periode Nataru kini harus diperlakukan sebagai kenormalan baru. Karena itu, ia mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperkuat sistem peringatan dini serta edukasi publik dengan pendekatan yang lebih inovatif dan masif.

Pemanfaatan media sosial, media arus utama, hingga penyampaian informasi langsung kepada masyarakat dinilai perlu dioptimalkan agar pesan peringatan cuaca benar-benar diterima dan dipahami oleh publik.

Melalui penguatan koordinasi antarinstansi, kesiapan infrastruktur pendukung, serta peningkatan kesadaran masyarakat, Teguh berharap pelaksanaan arus Natal dan Tahun Baru tahun ini dapat berjalan aman, lancar, dan mampu menekan risiko kecelakaan di seluruh wilayah Indonesia.

Comments are closed.