Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

81 Tahun Merdeka, Setya Arinugroho Dorong Jawa Tengah Lepas dari Ketergantungan Pangan Impor

METROJATENG.COM, SEMARANG – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi refleksi bagi Jawa Tengah untuk memperkuat kemandirian di sektor pangan. Di tengah posisi Jawa Tengah sebagai salah satu daerah penyangga produksi pangan nasional, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Setya Arinugroho menilai tingginya hasil pertanian harus diikuti dengan langkah nyata menuju kedaulatan pangan.

Menurut Setya Arinugroho, Jawa Tengah memiliki modal besar untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Produksi sejumlah komoditas pangan, terutama padi dan jagung, terus menunjukkan perkembangan. Selain itu, komoditas seperti ubi dan singkong juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan.

Namun, besarnya produksi tersebut dinilai belum cukup apabila daerah masih menghadapi persoalan ketergantungan terhadap pasokan dari luar. Karena itu, peningkatan produksi harus berjalan seiring dengan penguatan sistem pangan yang mampu menjamin kesejahteraan petani dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

“Hal yang menjadi salah satu fokus kita di DPRD saat ini adalah bagaimana menuju kedaulatan pangan dengan modal Jawa Tengah sebagai lumbung pangan. Kita sudah 81 tahun merdeka. Harapannya kita bisa segera mencapai cita-cita kedaulatan itu,” jelasnya.

Setya Ari mengatakan, upaya mencapai kedaulatan pangan tidak bisa hanya bertumpu pada peningkatan hasil panen. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu membangun ekosistem pertanian yang kuat dari hulu hingga hilir.

Ketersediaan pupuk, perbaikan jaringan irigasi, hingga penyediaan sarana dan prasarana pertanian menjadi persoalan yang harus terus dibenahi. Ia menilai keluhan petani yang terus berulang perlu menjadi bahan evaluasi terhadap efektivitas kebijakan yang selama ini dijalankan.

Pengawasan terhadap pelaksanaan program pertanian juga harus dilakukan hingga ke tingkat paling bawah agar bantuan dan kebijakan benar-benar dirasakan oleh petani.

Selain persoalan sarana produksi, DPRD Jawa Tengah juga memberi perhatian terhadap produktivitas lahan dan alih fungsi kawasan pertanian. Menurut Ari, tata ruang dan rehabilitasi lahan kritis perlu diperkuat melalui regulasi yang dapat menjadi landasan dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian.

Ancaman perubahan iklim juga menjadi tantangan lain yang tidak bisa diabaikan. Perubahan pola cuaca berdampak langsung terhadap pola tanam dan produktivitas petani.

“Kami di DPRD mengupayakan peraturan pengelolaan lahan kritis dan reklamasi hutan untuk memulihkan lingkungan yang sudah rusak. Kami juga berupaya mengendalikan aktivitas apa saja yang boleh dan dilarang untuk menjaga produktivitas lahan,” paparnya.

Caption Foto ; Wakil Ketua DPRD Jateng, Setya Arinugroho bersama Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi. (Foto :Ist).

 

Targetkan Produksi Pangan Tinggi untuk Tekan Ketergantungan Impor

Setya Ari mendorong agar anggaran di sektor pertanian diarahkan secara optimal untuk meningkatkan jumlah sekaligus kualitas produksi pangan. Ketersediaan pangan yang kuat di dalam negeri diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Menurutnya, kedaulatan pangan akan sulit diwujudkan jika persoalan produksi, kualitas hasil pertanian dan distribusi belum ditangani secara menyeluruh. Karena itu, kebijakan pertanian harus disusun dengan sasaran yang jelas dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani.

“Kami berharap, kebijakan yang ada mampu membuat petani lebih sejahtera. Mereka merasa dilibatkan sebagai subjek utama yang dipenuhi kebutuhannya dan diberi keleluasaan untuk ikut serta menyusun kebijakan,” ungkapnya.

Setya Ari juga menilai pentingnya memberikan kepastian bagi petani dalam mengelola lahan pertanian. Kepemilikan dan akses terhadap lahan menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat posisi petani sekaligus meningkatkan produktivitas mereka.

Ia menegaskan, ketergantungan terhadap impor harus terus ditekan melalui peningkatan kapasitas produksi pangan lokal.

“Ketergantungan harus ditekan. Kita harus meyakinkan petani bahwa menghasilkan produk pangan yang banyak dan berkualitas itu mudah. Bahwa hasil penjualan produk akan mampu meningkatkan stabilitas ekonomi mereka,” ujarnya.

Selain meningkatkan produksi, Setya Ari menyoroti pentingnya membangun optimisme terhadap masa depan profesi petani. Menurutnya, sektor pertanian harus dipandang sebagai bidang pekerjaan yang menjanjikan secara ekonomi.

Selama ini, regenerasi petani menjadi salah satu tantangan bagi keberlanjutan sektor pangan. Karena itu, peningkatan kesejahteraan dan kepastian pendapatan menjadi faktor penting untuk menarik generasi muda agar mau terjun ke dunia pertanian.

Baginya, petani bukan sekadar pelaku produksi pangan, melainkan bagian utama dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan bangsa. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, infrastruktur memadai, lingkungan yang terjaga, serta jaminan kesejahteraan, Jawa Tengah diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan sekaligus menjadi daerah yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya.

Di usia ke-81 tahun kemerdekaan Indonesia, dorongan menuju kedaulatan pangan pun menjadi salah satu pekerjaan besar yang diharapkan dapat diwujudkan, dengan petani sebagai subjek utama pembangunan pertanian. (**)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.