BPBD Kota Pekalongan Soroti Kesiapsiagaan Bangunan Publik Usai Kebakaran Gedung Drone di Jakarta
Related Posts
Recover your password.
A password will be e-mailed to you.
METROJATENG.COM, KOTA PEKALONGAN – Peristiwa kebakaran yang melanda sebuah gedung operasional drone di Jakarta menjadi pengingat serius akan pentingnya kesiapsiagaan bangunan publik terhadap risiko bencana kebakaran. Insiden tersebut memicu perhatian berbagai pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, yang menilai bahwa sistem mitigasi bencana di fasilitas umum masih perlu diperkuat.
BPBD Kota Pekalongan menegaskan bahwa keselamatan di dalam gedung tidak ditentukan oleh ketinggian bangunan semata, melainkan oleh kesiapan sarana keselamatan serta prosedur penanganan darurat yang jelas dan mudah diterapkan. Tanpa sistem yang memadai, potensi risiko korban jiwa saat kebakaran dinilai semakin besar.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, Dimas Arga Yudha, menyampaikan bahwa setiap fasilitas publik wajib memiliki rencana penanggulangan bencana yang komprehensif. Rencana tersebut harus memuat strategi pengurangan risiko, simulasi kebencanaan secara berkala, serta panduan evakuasi yang dipahami oleh seluruh pengguna gedung.
“Dokumen rencana saja tidak cukup. Yang terpenting adalah bagaimana rencana itu dipahami dan dilatih secara rutin agar dapat dijalankan dengan cepat saat kondisi darurat,” kata Dimas.
Selain perencanaan, BPBD Kota Pekalongan juga menekankan pentingnya mitigasi struktural sebagai upaya perlindungan utama. Fasilitas seperti sistem pemadam kebakaran, jalur dan pintu evakuasi, serta tangga darurat harus tersedia dan selalu dalam kondisi siap pakai. Perawatan berkala dan pengecekan fungsi menjadi hal mutlak agar fasilitas tersebut dapat bekerja optimal saat dibutuhkan.
“Tanpa dukungan sarana yang aman, proses evakuasi akan sulit dilakukan dan risiko korban meningkat,” ujarnya.
Aspek lain yang dinilai tidak kalah penting adalah edukasi kebencanaan kepada masyarakat. BPBD menilai, pengetahuan dasar tentang cara menyelamatkan diri saat kebakaran dapat mengurangi kepanikan dan membantu proses evakuasi berjalan lebih tertib. Masyarakat perlu memahami langkah-langkah menghindari asap, menentukan jalur aman, hingga upaya penyelamatan mandiri.
Dalam kondisi kebakaran di dalam gedung, Dimas menjelaskan bahwa warga yang berada di bawah titik api harus segera mengevakuasi diri melalui tangga darurat dengan menjauhi sumber api. Sementara itu, bagi mereka yang berada di atas titik api dan tidak memiliki akses evakuasi, disarankan mencari area terbuka dengan sirkulasi udara, seperti balkon, sambil menunggu bantuan dari petugas.
BPBD Kota Pekalongan juga menyoroti pentingnya keberadaan tangga darurat eksternal. Fasilitas ini dinilai krusial karena dapat digunakan setiap saat, baik dalam situasi darurat maupun untuk mendukung pemeliharaan rutin bangunan.
Melalui evaluasi dari insiden kebakaran tersebut, BPBD Kota Pekalongan berharap seluruh pengelola bangunan publik dapat menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama, dengan memperkuat sistem mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi.
Recover your password.
A password will be e-mailed to you.
Comments are closed.