Berkat Program JKN, Khusnul Tetap Tegar Dampingi Buah Hati Lawan Thalasemia
METROJATENG.COM, SEMARANG – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali menjadi penopang harapan bagi keluarga penyintas penyakit kronis. Salah satunya adalah Khusnul Khotimah, warga Semarang yang selama sembilan tahun terakhir setia mendampingi putranya, Kukuh, dalam perjuangan melawan Thalasemia.
Kisah itu bermula ketika Kukuh masih berusia enam bulan. Ia tampak pucat dan kakinya mengalami pembengkakan. Khusnul awalnya mengira anaknya hanya perlu lebih sering berjemur. Namun setelah dibawa ke dokter spesialis anak, hasil tes darah menunjukkan kadar hemoglobin (HB) Kukuh hanya 3,5—angka yang sangat rendah dan mengindikasikan kondisi serius.
“Waktu itu kami masih menggunakan biaya pribadi. Begitu dapat rujukan, kami langsung ke UGD RS dr. Kariadi Semarang. Kukuh dirawat di HCU, rawat inap sampai 12 hari, lalu transfusi darah supaya HB-nya kembali normal,” cerita Khusnul, Rabu (10/12).
Hati seorang ibu tentu terguncang saat mendengar putranya didiagnosis Thalasemia, kelainan genetik yang mengganggu produksi hemoglobin hingga menyebabkan anemia kronis. Sejak itu, transfusi darah menjadi bagian dari rutinitas bulanan Kukuh.
Namun Khusnul bersyukur, Kukuh tumbuh menjadi anak yang ceria dan penuh semangat. Ia juga merasa lebih tenang karena seluruh biaya pengobatan ditanggung melalui Program JKN.
“Tentu biaya akan sangat besar jika pakai dana pribadi. Beruntung ada JKN yang menanggung semuanya,” ungkapnya haru.
Khusnul menambahkan, tidak ada perbedaan pelayanan antara peserta JKN dan pasien umum.
“Pelayanan sama baiknya. Saya bahkan pernah memanfaatkan layanan poli eksekutif, dan semuanya diberikan lengkap tanpa biaya tambahan,” jelasnya.
Ia juga merasakan kemudahan dengan layanan digital JKN yang semakin modern. Jika dulu harus datang pagi-pagi untuk mengantre nomor, kini ia cukup mendaftar melalui aplikasi Mobile JKN dari gawai.
“Harapan saya BPJS Kesehatan terus berkembang. Saya bersyukur sembilan tahun pengobatan anak saya terjamin tanpa terputus,” tutupnya penuh syukur.
Kisah Khusnul menjadi satu dari banyak bukti bahwa Program JKN tidak hanya memberi perlindungan finansial, tetapi juga harapan baru bagi keluarga yang berjuang melawan penyakit kronis.(*)
Comments are closed.