Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

MAA International dan IBM Salurkan Bantuan Kebutuhan Dasar untuk Anak Yatim

METROJATENG.COM, LOMBOK BARAT-  Sebanyak 100 anak yatim di Desa Giri Madia, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, menerima bantuan kebutuhan dasar melalui program kemanusiaan kolaboratif antara MAA International dan Insan Bumi Mandiri (IBM). Kegiatan yang dipusatkan di TPQ Asy-Syifa ini menghadirkan paket bantuan lengkap berupa food package, hygiene pack, sepasang pakaian, alat tulis, mainan anak, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Penyaluran dilakukan sebagai bagian dari komitmen kedua lembaga dalam memperkuat perlindungan sosial bagi anak-anak yatim di daerah dengan akses layanan dasar yang masih terbatas. Relawan IBM bersama tenaga pendamping lokal turut terlibat langsung untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran dan memberikan ruang interaksi yang hangat antara anak-anak dan para fasilitator.

MAA International merupakan organisasi kemanusiaan global yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat rentan melalui program bantuan darurat, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan komunitas. Sementara Insan Bumi Mandiri (IBM) adalah lembaga filantropi Indonesia yang konsisten membangun serta memberdayakan desa-desa terpencil melalui pendekatan pemberdayaan berkelanjutan. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses terhadap kebutuhan dasar bagi anak-anak yang kehilangan orang tua.

“Penyaluran kali ini adalah kerjasama kedua dengan Muslim Aid Australia (MAA) International. Alhamdulillah, tim Insan Bumi Mandiri di Lombok kembali mendapat kepercayaan untuk menyalurkan 100 paket. Harapannya kegiatan ini semakin menguatkan hubungan kedua lembaga dan memberi manfaat yang nyata bagi anak-anak penerima,” ujar Direktur Insan Bumi Mandiri, Zulfa Faizah.

Keterlibatan emosional juga terlihat dari para relawan. Iwan Suryadi, relawan yang memimpin penyaluran sejak pagi, mengungkapkan bahwa bantuan yang diberikan sangat penting bagi anak-anak.

“Saya sudah lama terlibat kegiatan sosial, tapi setiap kali bertemu anak-anak seperti ini rasanya selalu berbeda. Mereka hidup dengan banyak keterbatasan, sehingga paket makanan, pakaian, hingga hygiene dan alat sekolah benar-benar mereka butuhkan,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa layanan pemeriksaan kesehatan, termasuk cek gigi, jarang sekali mereka dapatkan.
Guru pendamping sekaligus Kepala Yayasan TPQ Asy-Syifa, Zulkarnaen, turut memberikan kesaksian mengenai kondisi para muridnya.

“Banyak anak-anak ini berasal dari keluarga yang benar-benar serba kekurangan. Mereka jarang mendapat perhatian khusus, apalagi bantuan selengkap ini. Ketika menerima paket, kami para guru sangat terharu. Rasanya seperti ada beban yang terangkat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif bagi psikologis anak-anak.

Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara organisasi internasional dan lembaga lokal mampu menghadirkan perubahan yang lebih luas bagi komunitas rentan di Indonesia.

MAA International dan IBM berharap kolaborasi semacam ini dapat menggerakkan lebih banyak pihak untuk memperluas jangkauan program kemanusiaan di masa mendatang.(ris)

Comments are closed.