Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Bangun Integritas, Ketua PN Purwokerto Ajak Anggota Hidup Sederhana dan Bersahaja

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Di tengah sorotan publik terhadap integritas aparat peradilan, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, Eddy Daulatta Sembiring, tampil memberi teladan. Sejak dilantik pada November 2024, Eddy tak hanya mengatur jalannya roda pengadilan, tapi juga menggerakkan perubahan, dengan menggaungkan hidup sederhana dan bersahaja sebagai wujud integritas dan tanggung jawab moral seorang hakim.

“Pengadilan adalah benteng terakhir keadilan, maka kami harus menjaga citra dan kepercayaan publik. Hidup sederhana bukan sekadar gaya hidup, melainkan bentuk tanggung jawab etis,” ujar Eddy saat berbincang dengan Metrojateng.com, Sabtu (24/5/2025).

Langkah Eddy selaras dengan Surat Edaran Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI Nomor 4 Tahun 2025 yang menginstruksikan penerapan pola hidup sederhana di lingkungan peradilan dan menjadi penguat dari komitmen yang sudah lebih dulu ia terapkan.

Dalam mewujudkan pola hidup bersahaja ini, Eddy tak hanya memberikan instruksi formal, tetapi juga menyentuh sisi personal para pegawai. Ia melakukan pendekatan melalui dialog, diskusi, dan pembinaan rutin untuk membangun kesadaran kolektif bahwa jabatan di dunia peradilan harus dijalankan dengan kejujuran dan kesederhanaan.

“Era keterbukaan membuat masyarakat bisa melihat berapa gaji kami. Jadi, gaya hidup yang mewah bisa menimbulkan kecurigaan dan menggerus kepercayaan,” tegasnya.

Menurutnya, kelas seorang hakim bukan diukur dari barang mewah yang dikenakan, melainkan dari kualitas putusan yang dilahirkan.

“Integritas seorang hakim tidak terletak pada mobil, tas, atau jam tangannya, tetapi pada keputusannya yang adil dan bijaksana,” imbuhnya.

Caption Foto : Ketua Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, Eddy Daulatta Sembiring bersama pengacara Djoko Susanto. (Foto : Dok. Peradi SAI).

Apresiasi dari Kalangan Advokat

Perubahan budaya di PN Purwokerto ini mendapat sambutan positif dari kalangan praktisi hukum. Djoko Susanto, seorang pengacara senior di Banyumas, mengaku merasakan atmosfer baru yang lebih humanis dan bersahabat di lingkungan pengadilan.

“Sejak dipimpin Pak Eddy, suasana PN Purwokerto jadi lebih nyaman. Hakim-hakimnya bersahaja, terbuka, dan berorientasi pada pelayanan. Ini perubahan yang sangat positif,” ungkap Djoko.

Langkah-langkah yang diambil Eddy Daulatta menunjukkan bahwa integritas dan keadilan tidak cukup ditegakkan melalui hukum semata, tetapi juga dengan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Di tangan pemimpin seperti Eddy, harapan masyarakat terhadap peradilan yang bersih dan manusiawi pun tampaknya bukan lagi sekadar impian.

Comments are closed.