Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Operasi Pencarian Longsor Majenang Diperpanjang, Tiga Warga Masih Belum Ditemukan

METROJATENG.COM, CILACAP – Upaya pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, terus dikejar dengan waktu. Memasuki hari ketujuh operasi SAR, tim gabungan berhasil menemukan dua korban tambahan, sehingga total korban meninggal hingga kini mencapai 20 orang.

SAR Mission Coordinator (SMC), Muhamad Abdullah, menjelaskan bahwa kedua korban ditemukan di sektor pencarian berbeda. Korban atas nama Nina Puspita (44) dievakuasi pada pukul 11.03 WIB di area pencarian B1, sementara jenazah remaja bernama Januar Kian Abdilah (15) ditemukan pada pukul 12.22 WIB dalam radius pencarian sektor B1 dan B2.

Meskipun proses evakuasi terus menunjukkan perkembangan, masih terdapat tiga korban yang belum ditemukan. Petugas menyebut identitas mereka sebagai Maysarah Salsabila (14) di sektor A1 serta dua anak lainnya, Vani Hayati Lanjarsari (12) dan balita Fatin Ayu Rengganis (2), di sektor B1.

Melihat kondisi di lapangan yang masih memungkinkan adanya korban lain tertimbun material longsor, evaluasi bersama keluarga korban, pemerintah daerah, dan seluruh unsur SAR sepakat memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari ke depan.

“Perpanjangan ini menjadi ikhtiar bersama agar semua korban dapat ditemukan, sehingga keluarga mendapatkan kepastian,” ujar Abdullah.

Tim SAR gabungan akan kembali mengintensifkan metode pencarian dengan dukungan alat berat, pemetaan lokasi rawan, dan penambahan personel apabila dibutuhkan. Sementara itu, keluarga korban berharap proses pencarian dapat segera membuahkan hasil dan seluruh korban dapat kembali ke pelukan keluarga.

Insiden longsor di Majenang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada awal pekan lalu. Tebing setinggi puluhan meter runtuh dan menerjang permukiman warga yang berada tepat di bawahnya. Selain menyebabkan korban jiwa, musibah ini juga mengakibatkan sejumlah rumah rusak berat, akses jalan tertutup timbunan tanah, serta memaksa warga lainnya mengungsi ke lokasi aman. Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat dan terus memantau potensi longsor susulan di kawasan perbukitan tersebut.

Comments are closed.