Wakil Ketua DPRD Apresiasi Ratusan Aplikasi Dinkominfo Banyumas, Permudah dan Dekatkan Pelayanan Masyarakat
BERITA ADVETORIAL
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Transformasi digital di Kabupaten Banyumas terus menunjukkan kemajuan pesat. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo), pemerintah daerah menghadirkan berbagai inovasi berbasis teknologi untuk mempermudah akses dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Hingga kini, tercatat ratusan aplikasi telah dikembangkan dan dioperasikan di berbagai bidang, mulai dari lingkungan, kesehatan, informasi pemerintahan, perizinan, investasi, hingga layanan gawat darurat.
Langkah ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPRD Banyumas, Joko Pramono SE, saat melakukan kunjungan kerja ke kantor Dinkominfo Banyumas. Ia menilai, inisiatif digitalisasi layanan publik yang dijalankan sudah sangat baik dan selaras dengan kebutuhan masyarakat masa kini.
“Inovasi ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan yang lebih cepat, transparan, dan mudah dijangkau masyarakat,” ujar Joko Pramono.

Portal Layanan Terintegrasi
Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinkominfo Banyumas, Nailul Barokah, menjelaskan bahwa Portal Layanan Masyarakat Banyumas menjadi pintu utama bagi warga untuk mengakses berbagai informasi dan pelayanan. Melalui portal ini, masyarakat dapat dengan mudah menemukan solusi atas berbagai kebutuhan secara digital.
Salah satu inovasi yang populer adalah Perpustakane Inyong, aplikasi perpustakaan digital yang menyediakan beragam koleksi buku bacaan daring. Uniknya, sistem ini menyesuaikan pilihan buku dengan usia dan profesi pengguna, sehingga pengalaman membaca menjadi lebih personal dan menyenangkan.
Selain itu, Dinkominfo juga mengembangkan berbagai aplikasi lain, seperti Sibaja Senarai, yaitu mesin pencarian istilah budaya Jawa, serta platform karya ilmiah, pelatihan keterampilan (life skill), dan inovasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sekretaris Dinkominfo Banyumas, Imam Musyarif, S.Sos., M.Si, menambahkan, pihaknya juga terus memperbarui informasi publik melalui aplikasi, termasuk jadwal kegiatan daerah, pelatihan kerja, hingga Job Fair.
“Fitur dan aplikasi sebenarnya sudah lengkap. Tantangannya adalah bagaimana memastikan pembaruan data dilakukan secara rutin agar informasi yang tersaji tetap valid dan relevan,” jelas Imam.
Dalam kunjungannya, Joko Pramono juga menerima paparan terkait sejumlah kendala teknis yang dihadapi Dinkominfo, terutama keterbatasan peralatan seperti kamera, drone, dan perangkat pendukung lainnya yang dibutuhkan untuk menunjang kinerja tim di lapangan.

Sinkronisasi Data
Joko Pramono memberikan sedikit catatan terkait update data. Ia mencontohkan, ada ketidaksinkronan data Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dimana data yang tercatat pada aplikasi Simperum milik Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah tidak sama dengan data yang dimiliki Dinperkim Banyumas. Hal ini menyebabkan terhambatnya alokasi bantuan RTLH.
“Saya pernah mendapat bantuan dari Provinsi Jateng sebanyak 100 unit rumah, rencana akan didistribusikan untuk 5 desa, sehingga tiap desa mendapat jatah 20 rumah. Namun, data di Simperum berbeda dengan data yang ada di Dinperkim Banyumas, sehingga akhirnya hanya turun bantuan 4 rumah pada satu desa. Ini sangat disayangkan dan semoga ke depan menjadi catatan serius untuk diperbaiki,” tuturnya.
Menutup kunjungannya, Joko Pramono menekankan pentingnya kolaborasi antara Dinkominfo, instansi lain, dan media dalam memperkuat ekosistem digital daerah. Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk mewujudkan Banyumas yang lebih cerdas, terbuka, dan partisipatif.
Upaya Dinkominfo Banyumas dalam menghadirkan layanan publik berbasis teknologi menjadi contoh nyata bagaimana inovasi digital mampu memperpendek jarak antara pemerintah dan masyarakat. Dengan sinergi dan pembaruan data yang berkelanjutan, Kabupaten Banyumas semakin siap menuju era pemerintahan digital yang efektif dan inklusif.
Comments are closed.