RPK Tempat Ibadah Jadi Garda Baru Stabilisasi Pangan Bulog di Semarang
Dorong Kemandirian dan Stabilitas Pangan Kewat Program TJSL berkelanjutan
METROJATENG.COM, SEMARANG – Perum Bulog terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Bulog Pemberdayaan Ekonomi Tempat Ibadah, yang resmi digelar di Kota Semarang. Program ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Berkelanjutan Bulog dan menjadi salah satu prioritas Kementerian BUMN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Sudarsono menjelaskan, program ini dijalankan melalui kerja sama antara Bulog dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang. Tujuannya untuk memperkuat kapasitas ekonomi lembaga keagamaan sekaligus memperluas jaringan distribusi pangan nasional melalui outlet Rumah Pangan Kita (RPK).
“Program TJSL Berkelanjutan ini tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pembekalan kewirausahaan dan pelatihan menarik yang mengaitkan semangat kebersamaan dan kesatuan bangsa. Kami ingin agar lembaga keagamaan menjadi motor penggerak ekonomi yang mandiri dan produktif,” ujar Sudarsono usai menyerahkan bantuan program TJSLkepada perwakilan RPK keagamaan, Jumat (24/10/2025) di Semarang
Tercatat ada 15 lembaga keagamaan dan organisasi masyarakat di Kota Semarang ditetapkan sebagai penerima bantuan. Masing-masing memperoleh modal awal senilai Rp5.500.000 berupa komoditas pangan Bulog, rak pajang, spanduk identitas RPK, serta pelatihan kewirausahaan.
RPK binaan ini nantinya akan menjadi bagian dari jaringan penjualan komoditas pangan Bulog, termasuk dalam penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“RPK tidak hanya berdagang, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga stabilisasi pangan — baik di tingkat produsen seperti petani padi dan jagung, maupun di tingkat konsumen agar harga tetap terkendali,” tambah Sudarsono.
Keterlibatan RPK diharapkan mampu memperkuat ekosistem pangan dari hulu hingga hilir, dengan mendorong repeat order produk Bulog dan memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan terjangkau.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih Setyawulan menyampaikan , Bulog dan jaringan RPK memiliki peran sangat penting untuk menjaga ketersediaan serta stabilitas harga pangan di daerah.
Endang menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga untuk melindungi petani dan konsumen. Diharapkan program ini dapat memberikan kontribusi yang berkelanjutan.
“Harga gabah kering panen (GKP) tidak boleh turun di bawah Rp6.500
per kilogram. Jaringan Bulog dan RPK berperan penting dalam menstabilkan pasokan agar harga beras di pasaran tidak melonjak tinggi,” ungkapnya.
Endang juga memberikan apresiasi tinggi kepada Bulog dan seluruh RPK penerima bantuan yang telah berkomitmen memperkuat ekonomi masyarakat berbasis keagamaan sekaligus menjaga semangat persatuan dan ketahanan bangsa.
Melalui program ini, Bulog tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar tempat ibadah, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan — menjadikan RPK sebagai garda terdepan dalam distribusi pangan dan pengendalian inflasi di tingkat daerah.
Comments are closed.