Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Sinergi dan Literasi Jadi Landasan BI Jateng Perkuat Ketahanan Ekonomi Daerah

METROJATENG.COM, SEMARANG – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, menegaskan pentingnya literasi ekonomi yang mendalam dan komunikasi kebijakan yang selaras antar instansi pemerintah.

Hal ini disampaikan dalam pembukaan seminar  Komunikasi dan Edukasi Kebijakan Bank Indonesia tahun 2025 di Semarang, Jumat (24/10/2025)

Menurut Rahmat, pemahaman substantif terhadap isu-isu ekonomi seperti kebijakan fiskal, moneter, keuangan, dan sistem pembayaran sangat diperlukan agar masyarakat tidak hanya mengenal istilah, tetapi juga memahami maknanya secara benar.

Ia mengingatkan, sumber informasi ekonomi harus berasal dari literatur yang kredibel seperti lembaga pembuat kebijakan, universitas, atau jurnal akademik, bukan semata dari media sosial yang sering kali belum terverifikasi.

“Kalau satu juta orang bilang anjing itu kambing, bukan berarti benar. Literasi penting agar kita tidak terjebak informasi keliru,” tambahnya.

Sinergi Kebijakan Pusat dan Daerah

Rahmat juga menyoroti pentingnya sinkronisasi komunikasi kebijakan antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai sektor seperti fiskal, moneter, dan keuangan.

“Komunikasi yang tidak selaras bisa menimbulkan kebijakan yang salah arah. Karena itu, rekomendasi dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar kebijakan yang dibangun tepat sasaran,” tegasnya.

Pada kegiatan tersebut, ada tiga sesi yang dibahas dalam seminar, yakni:

1. Stabilitas Makro dan Ketahanan Ekonomi Nasional , yang akan membahas kondisi dan prospek ekonomi, inflasi, dan pertumbuhan daerah.

2. Transformasi Digital Pembayaran dan Perlindungan Konsumen – dengan fokus pada optimalisasi Quick Response Indonesian Standard (QRIS) serta penguatan sistem pembayaran yang aman dan inklusif.

3. Diplomasi Ekonomi dan Kepercayaan Publik – dibawakan oleh mantan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, mengenai peran diplomasi ekonomi dan peluang investasi Indonesia di tengah dinamika global.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan   capaian serta berbagai inisiatif strategis yang telah dilakukan KPwBI Jawa Tengah sepanjang tahun 2025, meliputi:

1. Pengendalian Inflasi – bekerjasama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat ketahanan daerah.

2. Penguatan Ekosistem Digital – memperluas implementasi QRIS dan transaksi nontunai di layanan pemerintah daerah, pasar, destinasi wisata, serta sektor UMKM.

3. Pengembangan Ekonomi Lokal – mendorong UMKM naik kelas hingga mampu menembus pasar ekspor, sekaligus mengadopsi teknologi digital marketing dan pembayaran digital.

Rahmat menyebut sejumlah UMKM binaan yang telah berhasil menembus pasar nasional dan internasional, seperti Naruna Keramik, Roro Kenes,  Mebel Internasional, serta klaster pertanian organik seperti Al Barokah dan Sekar Langit.

Selain itu, BI Jateng juga membina kelompok subsisten dan koperasi wanita seperti Srikandi, Asmarandana, dan Nyiur Hijau, yang mengembangkan produk unggulan seperti gula semut, kerajinan tangan, hingga hasil olahan ikan di Rembang.

“Kelompok-kelompok ini berada di garda terdepan dalam upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah. Karena itu, kami terus memperkuat kapasitas mereka agar lebih mandiri dan berdaya saing,” ujar Rahmat.

Selain pemberdayaan ekonomi, BI Jateng juga aktif memberikan beasiswa serta membangun kolaborasi dengan berbagai universitas di Jawa Tengah untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM).

“Dengan komitmen yang terukur dan kolaborasi yang berkelanjutan, kebijakan yang direncanakan akan lebih tajam, terarah, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Tengah,” pungkasnya. (*)

Comments are closed.